Tribun

Migrasi Siaran TV Digital Lebarkan Peluang Bisnis Penyiaran, Industri Dituntut 'Perang' Kreativitas

Migrasi siaran TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) di Indonesia membuka peluang bagi industri penyiaran dan kreatif.

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Whiesa Daniswara
Migrasi Siaran TV Digital Lebarkan Peluang Bisnis Penyiaran, Industri Dituntut 'Perang' Kreativitas
Kemkominfo RI
Modi, maskot siaran TV digital Indonesia. 

Ketua Umum ATVSI, Syafril Nasution, menyatakan industri TV sudah siap untuk 'perang' inovasi dan kreativitas dalam siaran digital. 

“TV yang utama itu konten, jadi persaingannya bagaimana kita menciptakan konten bermutu dan berkualitas yang bisa menarik masyarakat,” ungkap Syafril dalam program diskusi TokTokKominfo yang ditayangkan di YouTube Kemkominfo TV, 1 April 2021.

Syafril Nasution dalam program diskusi TokTokKominfo yang ditayangkan di YouTube Kemkominfo TV, 1 April 2021.
Syafril Nasution dalam program diskusi TokTokKominfo yang ditayangkan di YouTube Kemkominfo TV, 1 April 2021. (YouTube Kemkominfo TV)

Sehingga, Syafril menilai pelaku industri penyiaran dan kreatif harus meningkatkan kreativitas dan inovasinya.

“Kalau tidak ingin ditinggalkan pemirsanya, harus membuat inovasi program, harus berkualitas tayangannya, harus seperti itu,” tekannya.

Baca juga: Jadwal Penghentian Siaran TV Analog Ditunda, Berikut Penjelasannya dari Kemenkominfo

Syafril menyebut jika TV ditinggalkan penontonnya, maka akan berpengaruh langsung pada kelangsungan industri tersebut.

“Kalau pemirsanya lari, dia tidak akan dapat iklan, tidak dapat menghidupi dirinya,” ujar Syafril.

Di sisi lain, Syafril mengatakan banyak manfaat yang didapat pelaku industri dengan berpindahnya siaran analog ke digital.

Salah satu manfaat tersebut adalah adanya penghematan biaya.

“Kalau saat ini kita harus punya infrastruktur sendiri, kita harus menyiapkan karyawan kita di infrastruktur kita, mulai dari tower, antena segala macem,  nantinya kita cukup menyewa,” ungkap Syafril.

“Penghematan lain tentunya listrik, kita tidak perlu lagi menghidupkan infrastruktur tadi, seperti tower dan lain-lain,” sambungnya.

Baca juga: Transformasi Digital Jadi Keharusan di Era Pandemi

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas