Tribun

BMKG: Sebagian Wilayah akan Alami Musim Hujan Lebih Awal pada September, Oktober dan November 2021

BMKG memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi menyusul prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal dari biasanya pada tahun ini.

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hasanudin Aco
BMKG: Sebagian Wilayah akan Alami Musim Hujan Lebih Awal pada September, Oktober dan November 2021
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat menyampaikan hasil prediksi BMKG terkait prakiraan cuaca musim hujan di Indonesia secara daring, Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi menyusul prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal dari biasanya pada tahun ini.

BMKG memprediksi bahwa awal musim hujan di sebagian wilayah di Indonesia akan mulai masuk pada September hingga November 2021.

"BMKG memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi menyusul prediksi musim hujan yang akan datang lebih awal dari normalnya atau dari biasanya pada tahun 2021," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers secara daring, Kamis (26/8/2021).

Dwikorita menjabarkan dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 14,6 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada September 2021.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat menyampaikan hasil prediksi musim hujan 2021/2022 secara daring, Kamis (26/8/2021).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat menyampaikan hasil prediksi musim hujan 2021/2022 secara daring, Kamis (26/8/2021). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan pada bulan September tersebut yakni Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.

Kemudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatra bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali.

Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya akan mengalami musim hujan pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

“Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim hujan pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Hujan di 2021/2022 di Indonesia diprakirakan maju untuk 157 ZOM (45,9 persen), dalam waktu yang sama pada 132 ZOM (38,6 persen), dan mundur pada 53 ZOM (15,5 persen),” terangnya.

Dwikorita menerangkan, secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan normal atau sama dengan rerata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen).

"Sedangkan, sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal (lebih kering)," ucapnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas