Tribun

Virus Corona

Wapres Ma'ruf Berharap Penerapan PTM Tidak Menimbulkan Klaster Baru Covid-19

Ma'ruf Amin mendorong agar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai dibuka secara perlahan tak menjadi klaster baru Covid-19.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Wapres Ma'ruf Berharap Penerapan PTM Tidak Menimbulkan Klaster Baru Covid-19
TRIBUN SUMSEL/TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang guru sedang mengajar murid pada Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 224, Palembang, Senin (6/9/2021). Siswa dan guru menerapkan protokol yang ketat seperti selalu memakai masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas. Siswa pun diatur untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sebanyak seminggu dua kali pertemuan dengan durasi dua jam pelajaran.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mendorong agar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai dibuka secara perlahan tak menjadi klaster baru Covid-19.

Ma'ruf awalnya bicara soal menurunnya kasus Covid-19 yang kemudian menjadi titik awal dibukanya PTM di wilayah yabg menerapkan PPKM level 1-3.

"Selain itu sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19, pemerintah juga terus menggiatkan program vaksinasi untuk menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity," kata Ma'ruf dalam sambutannya pada "Rapat Terbuka Senat dan Pembukaan Oshika Maba Universitas Islam Malang (Unisma) 2021" yang diadakan secara virtual, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Pelanggaran Prokes, PTM di SDN 05 Jagakarsa Dihentikan, Kepala Sekolah dan Guru akan Dibina

Dirinya berharap seluruh sivitas akademika UNISMA dapat berperan aktif menyukseskan program vaksinasi.

"Saya meminta agar seluruh civitas akademika UNISMA sudah divaksin pada saat penyelenggaraan PTM dan dalam kondisi sehat," katanya

"Semoga dengan vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat PTM di UNISMA dapat berjalan dengan aman dan lancar serta tidak menimbulkan klaster penularan baru," pungkasnya Ma'ruf.

Diketahui, per Minggu (5/9/2021), sebanyak 66,78 juta orang telah menerima dosis pertama dan 38,2 juta orang menerima dosis kedua.

"Vaksinasi dosis ketiga untuk SDM (Nakes) sebesar 713.068 orang," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyambut kedatangan vaksin Covid-19 secara virtual, Senin, (6/9/2021).

Total, kata Airlangga, vaksinasi yang telah dilakukan sebanyak 105,7 juta dosis. Dengan jumlah tersebut menempatkan Indonesia diperingkat keenam negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak.

"Indonesia berada di peringkat keenam dunia. Namun kita tetap harus waspada dan harus berupaya keras untuk percepatan vaksinasi," katanya.

Airlangga mengatakan vaksinasi merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengendalikan Pandemi Covid-19. Strategi tersebut harus dibarengi dengan strategi lainnya yakni protokol kesehatan, dan upaya peningkatan tracing, testing, dan treatmen.

"Tentu kita terus waspada dan Indonesia tentu harus terus mempersiapkan diri agar tidak terjadi wave-wave berikutnya. Dengan kerjasama yang baik khususnya vaksinasi kita harap bahwa bangsa kita bisa mengendalikan pandemi Covid-19 dan memulihkan perekonomian nasional," katanya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas