Tribun

Pemindahan Ibu Kota Negara

Di Balik Rencana Pemindahan TNI-Polri ke Ibu Kota Negara Baru

Bisa jadi pemindahan TNI-Polri nanti dijadikan contoh bagi pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke depannya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Di Balik Rencana Pemindahan TNI-Polri ke Ibu Kota Negara Baru
Foto Setkab
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi Ibu Kota Negara Baru tepatnya meninjau Klaster Pemerintahan (titik nol), di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019) siang. 

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani mengatakan rencana pemindahan TNI-Polri sebagai institusi pertama ke IKN baru bisa dipahami.

Sebab dengan keadaan dan fasilitas di wilayah IKN yang nantinya masih terbatas segala sesuatunya, kedua institusi inilah yang paling siap untuk beradaptasi.

Selain itu, kata Arsul, bisa jadi pemindahan TNI-Polri nanti dijadikan contoh bagi pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke depannya.

"Harus diakui bahwa yang paling siap dengan keadaan baru dimana fasilitas di IKN pada awal-awalnya masih akan terbatas itu ya TNI-Polri. Kedua institusi ini selain memang kita kenal terbiasa menghadapi keadaan lapangan dengan berbagai kondisinya, juga merupakan instutusi yang paling solid dalam menjalankan perintah dari atas ke bawah," ujar Arsul, Senin (13/9/2021).

Arsul menyebut presiden sudah beberapa kali menyampaikan alasan diperlukannya IKN baru.

Salah satunya biaya yang dihabiskan untuk menormalisasi atau mengatasi tiga permasalahan ibukota saat ini yakni DKI Jakarta diyakini serupa dengan biaya yang dikeluarkan demi membuat IKN baru.

Permasalahan itu antara lain seperti membangun giant wall guna mengatasi rob dan banjir, merestorasi sungai dari hulu sampai dengan hilir, serta penataan kawasan pantai Jakarta.

"Padahal itu baru tiga aspek saja dalam upaya menormalisasi Jakarta. Dengan biaya yang tinggi namun baru tiga aspek tersebut, justru bisa digunakan untuk membangun IKN. Setelah mendengarkan penjelasan Presiden Jokowi, MPR memang bisa memahami soal mengapa kita memerlukan IKN dan karenanya proyek pembangunannya terus dilakukan," ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Muhammad Iqbal menyebut rencana pemindahan IKN baru tentu diharapkan berjalan lancar.

Iqbal menilai calon IKN baru tentu harus aman dari segala ancaman, karenanya pemindahan TNI-Polri pun dilakukan sebagai pemulus semua perencanaan selama ini.

"Tentu harus dipastikan bahwa kondisi dan keamanan di daerah calon ibu kota negara tersebut aman dari berbagai macam gangguan yang berpotensi akan menghambat proses pelaksanaan pemindahan ibu kota negara," kata Iqbal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas