Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ada Aktivitas Kapal Riset China di Laut Natuna Utara, Pemerintah RI Disarankan Kirim Nota Diplomatik

Kementerian Luar RI disarankan untuk mengirim nota diplomatik kepada Tiongkok terkait aktifitas kapal risetnya di Laut Natuna Utara.

Ada Aktivitas Kapal Riset China di Laut Natuna Utara, Pemerintah RI Disarankan Kirim Nota Diplomatik
Instagram/infokomando.official
Sebuah video aktivitas kapal perang China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu yang direkam oleh nelayan Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar RI disarankan untuk mengirim nota diplomatik kepada Tiongkok terkait aktifitas kapal risetnya yakni kapal riset Hai Yang Di Zhi 10 (HYDZ10) di Laut Natuna Utara.

Peneliti Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Imam Prakoso mengungkapkan nota diplomatik tersebut setidaknya berisi dua hal.

Pertama, kata dia, untuk mengklarifikasi aktifitas yang telah dilakukan HYDZ10 di Laut Natuna Utara.

Kedua, lanjutnya, meminta hasil dari penelitian ilmiah tersebut yang tengah sedang dilakukan dan nanti apabila sudah selesai.

Hal tersebut disampaikannya dalam Press Briefing bertajuk "Ancaman Keamanan Laut Terhadap Hak Berdaulat Indonesia di Laut Natuna Utara" yang digelar secara virtual oleh Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) pada Jumat (24/9/2021).

"Sesuai dengan hak berdaulat Indonesia dengan ketentuan mengenai penelitian ilmiah kelautan berdasarkan pasal 56 ayat 1, pasal 240, 244, dan 246 UNCLOS 1982 hendaknya mengirimkan nota diplomatik terhadap pemerintah Tiongkok terhadap aktifitas kapal HYDZ10 di ZEE Indonesia," kata Imam.

Baca juga: Peneliti Ungkap Kronologi Kapal HYDZ10 dan Kapal Tiongkok Lainnya Masuk ke Laut Natuna Utara

Selain itu, kata Imam, Kementarian Kelautan dan Perikanan, Bakamla, dan TNI AL juga disarankan melakukan patroli keamanan laut di Laut Natuna Utara hingga batas terluar klaim ZEE Indonesia.

Baca juga: Kapal Tiongkok Terindikasi Melakukan Penelitian di Laut Natuna Utara Sejak Akhir Agustus 2021

Patroli yang dilakukan, kata dia, disarankan sampai ke batas landas kontinen, tapi perlu sampai ke batas terluar klaim ZEE Indonesia.

"Jadi patroli tersebut perlu diikuti juga dengan penegakan hukum yang tegas baik terhadap kapal ikan asing pelaku ilegal fishing maupun kapal riset berbendera Tiongkok," kata Imam.

Baca juga: Bakamla: Eskalasi Konflik Tengah Berkembang di Laut Natuna Utara

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas