Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Generasi Z Dinilai Akan Jadi Penentu Arah Indonesia pada 2024

generasi milenial dan Z bukan hanya mendominasi, tapi juga akan menentukan arah politik kebangsaan pada 2024 mendatang.

Generasi Z Dinilai Akan Jadi Penentu Arah Indonesia pada 2024
ist
Seminar bertema Pemuda dan Nilai-nilai dalam Pancasila dalam Menghadapi Pandemi yang digagas Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) bersama DPR RI, Jumat (24/9/2021) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Generasi usia milenial (25-40 tahun) dan Z (8-24 tahun) saat ini mendominasi penduduk Indonesia.

Mereka tentunya akan menjadi tumpuan untuk menentukan arah bangsa Indonesia ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur IKPKM Kominfo RI, Wiryanta, dalam seminar bertema 'Pemuda dan Nilai-nilai dalam Pancasila dalam Menghadapi Pandemi' yang digagas Direktorat Jenderal
Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) bersama DPR RI belum lama ini.

Baca juga: Profil Zakky Musthofa Zuhad, Koordinator Aksi BEM SI di Gedung KPK, Pernah Komentari Baliho Puan

"Mereka adalah tumpuan harapan dari perjalanan bangsa ini ke depan,” ujar Wiyanta dalam keterangan yang diterima, Senin (27/9/2021).

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan mengatakan hal senada.

Menurut dia, generasi milenial dan Z bukan hanya mendominasi, tapi juga akan menentukan arah politik kebangsaan pada 2024 mendatang.

Baca juga: Puteri Komarudin: Pentingnya Penguatan Teknologi Informasi untuk Reformasi Perpajakan

Untuk itu, mereka harus mengantongi dua hal yaitu cerdas secara digital dan memahami nilai-nilai Pancasila.

Mereka harus didorong menjadi generasi kreatif, inovatif, adaptif, dan kolaboratif.

“Kreatif, menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Inovatif, artinya memberikan nilai tambah terhadap sesuatu yang sudah ada (tidak perlu menciptakan yang baru, tetapi memberikan nilai tambah terhadap
sesuatu yang sudah ada)," katanya.

Baca juga: Sejarah Terbentuknya ASEAN: Dari Perkembangan hingga Bentuk-bentuk Kerja Sama

Halaman
12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas