Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penyerangan Ulama

Kompolnas Minta Polri Tak Sembarangan Cap Pelaku Penyerangan Ustaz Sebagai ODGJ

Kompolnas meminta Kepolisian RI untuk berhati-hati dalam memutuskan maraknya kasus penyerangan terhadap Ustaz di sejumlah daerah di Indonesia.

Kompolnas Minta Polri Tak Sembarangan Cap Pelaku Penyerangan Ustaz Sebagai ODGJ
Rizki Sandi Saputra
Anggota Kompolnas RI Yusuf Warsyim dalam acara HotTopic, Rabu (24/2/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKompolnas meminta Kepolisian RI untuk berhati-hati dalam memutuskan maraknya kasus penyerangan terhadap Ustaz di sejumlah daerah di Indonesia.

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim meminta Polri untuk tidak langsung membuat keputusan bahwa pelaku penyerangan merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Mari kita dorong Polri untuk mengusut tuntas. Kita meminta agar penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparansi berkeadilan. Usut tuntas kasus tersebut secara hukum," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021).

Dijelaskan Yusuf, penyelidikan penyerangan Ustaz di sejumlah daerah dengan Scientific Investigation.

Sebaliknya, Polri tidak boleh terburu-buru untuk menetapkan status ODGJ kepada pelaku.

"Tentunya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa pelakunya gila. Scientific Investigation bila perlu harus dilakukan. Soal kegilaan, Bapak Menkopolhukam selaku Ketua Kompolnas telah menegaskan, bahwa Pengadilan yang sepatutnya membuktikan," jelasnya.

"Artinya bahwa proses hukum patut dijalankan dalam pengusutan kasus penyerangan Ustadz atau tokoh agama," sambungnya.

Baca juga: Sepekan Berlalu, Kasus Penembakan Ustaz di Tangerang Masih Jadi Misteri

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus mengutuk keras tindakan penyerangan yang menimpa pendakwah atau da'i dalam beberapa waktu terakhir.

Terbaru, seorang ustaz bernama Abu Syahid Chaniago, diserang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat memberikan ceramah di masjid Baitusyakur dalam Pengajian Dzikir Bismillah, Senin (20/9).

"Pihak penegak hukum, polisi mesti segera turun tangan dan lebih serius menangani serentetan kasus penyerangan yang dilakukan oleh orang tak dikenal kepada para tokoh agama atau penceramah," kata Guspardi kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas