Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Fraksi PKS Minta Realisasi Penempatan PMI ke Korsel dan Taiwan Dipercepat 

Korsel dan Taiwan sempat menghentikan penerimaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena kasus Covid di Indonesia sedang tinggi

Fraksi PKS Minta Realisasi Penempatan PMI ke Korsel dan Taiwan Dipercepat 
ISTIMEWA
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menyampaikan dirinya mendapat banyak aspirasi dari Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang masih menunggu penempatan khususnya ke Korea Selatan dan Taiwan. 

Mufida menyebut banyak di antara CPMI yang harus menunggu hingga dua tahun lebih namun belum ada kejelasan penempatan oleh Kementerian Tenaga Kerja maupun Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI) khususnya ke dua negara tersebut. 

"Banyak sekali teman-teman CPMI yang menitipkan aspirasi untuk meminta kejelasan dan keberpihakan dibuka kembalinya penempatan PMI ke Korsel dan Taiwan, terlebih saat ini kondisi kasus konfirmasi positif harian di Indonesia sedang rendah.

Korsel dan Taiwan sempat menghentikan penerimaan PMI karena kasus Covid di Indonesia tengah tinggi. Saatnya mulai dibuka kesempatan teman-teman untuk berangkat ke Korsel atau Taiwan," kata Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/9/2021). 

Mufida menyebut, banyak diantara CPMI yang melaporkan ke dirinya jika masa menunggunya hingga habis perjanjian kerja (SLC) maupun sertifikat Employment Permit System – Test of Proficiency in Korea yang berlaku dua tahun dan akhirnya habis karena penutupan keberangkatan. 

"Keinginan teman-teman CPMI untuk berangkat bekerja ke Korsel terutama sangat kuat.

Baca juga: Korea Utara Ungkap Kemungkinan untuk Akhiri Perang dengan Korsel, Pertimbangkan KTT antar-Korea

Satu yang sering jadi kendala adalah biaya karantina yang dibebankan ke perusahaan di Korsel. Guna mengatasi ini bahkan teman-teman CPMI bersedia menanggung biaya karantina.

Artinya kebutuhan CPMI untuk berangkat sangat urgen. Aspirasi teman-teman ini seharusnya menjadi dasar bagi pembicaraan negosiasi antarpemerintah," ujarnya. 

Pembina Sahabat Pekerja Migran ini menyebut, CPMI tujuan Taiwan juga menagih janji pemerintah yang menyebut penempatan PMI ke Taiwan dimungkinkan jika kasus Covid-19 harian di Indonesia sudah berada di bawah 5.000 dalam satu pekan. 

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas