Tribun

Aturan Pengibaran Bendera Setengah Tiang dan Sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S)

Berikut aturan pengibaran bendera setengah tiang hingga pemberontakan 30 September 1965 (G30S)

Penulis: Katarina Retri Yudita
Editor: Wahyu Gilang Putranto
Aturan Pengibaran Bendera Setengah Tiang dan Sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S)
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi pengibaran bendera setengah tiang. 

"Bendera Negara yang dikibarkan setengah tiang, dinaikkan hingga ke ujung tiang, dihentikan sebentar dan diturunkan tepat setengah tiang."

Sementara itu, pada Pasal 14 ayat (3) dijelaskan mengenai aturan menurunkan bendera.

Isi pasal tersebut berbunyi,

"Dalam hal Bendera Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hendak diturunkan, dinaikkan terlebih dahulu hingga ujung tiang, dihentikan sebentar, kemudian diturunkan."

Ilustrasi pengibaran bendera setengah tiang.
Ilustrasi pengibaran bendera setengah tiang. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Sejarah G30S

Dikutip dari kemdikbud.go.id, Peristiwa Gerakan 30 September 1965 merupakan tragedi nasional yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Gerakan ini dan menimbulkan korban dikalangan petinggi militer.

Latar belakang dari peristiwa ini adalah adanya persaingan politik.

Hal ini dikarenakan PKI yang menjadi kekuatan politik merasa khawatir dengan kondsi kesehatan Presiden Soekarno yang memburuk.

Beberapa kebijakan yang diusulkan PKI diterima dan diterapkan, di antaranya:

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas