Tribun

Aturan Pengibaran Bendera Setengah Tiang dan Sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S)

Berikut aturan pengibaran bendera setengah tiang hingga pemberontakan 30 September 1965 (G30S)

Penulis: Katarina Retri Yudita
Editor: Wahyu Gilang Putranto
Aturan Pengibaran Bendera Setengah Tiang dan Sejarah Gerakan 30 September 1965 (G30S)
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi pengibaran bendera setengah tiang. 

- Mempersenjatakan Angkatan V (Buruh Tani) untuk menghadapi konfrontasi dengan Malaysia;

-Pembubaran Masyumi karena dianggap bertanggung jawab atas peristiwa PRRI/Persemesta.

Pada awal Agustus 1965, Presiden Soekarno tiba-tiba pingsan setelah berpidato.

Kejadian tersebut membuat banyak pihak beranggapan bahwa usia beliau tidak akan lama lagi.

Peristiwa gerakan 30 September 1965, pada dasarnya berlangsung selama dua hari.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 30 September saat kegiatan koordinasi dan persiapan, serta tanggal 1 Oktober 1965 dini hari saat kegiatan pelaksanaan penculikkan dan pembunuhan.

Kronologi pemberontakan:

1. Gerakan 30 September 1965 dikendalikan oleh Letkol. Untung dari Komando Balation I resimen Cakrabirawa.

2. Lettu Dul Arief ditunjuk menjadi ketua pelaksanaan penculikkan oleh Letkol Untung.

3. Pasukan bergerak mulai pukul 03.00, enam Jendral dan satu perwira menjadi korban penculikkan dan pembunuhan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas