Tribun

Angin Kencang di Kota Semarang Sebabkan 13 Rumah Rusak

Angin kencang yang terjadi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah mengakibatkan kerusakan rumah.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Wahyu Aji
Angin Kencang di Kota Semarang Sebabkan 13 Rumah Rusak
Dokumentasi BNPB
Angin Kencang di Kota Semarang Akibatkan 13 Rumah Rusak 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Angin kencang yang terjadi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah mengakibatkan kerusakan rumah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan, angin kencang mengakibatkan kerusakan 13 unit rumah warga.

"Rumah tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Kuatnya angin menyebabkan genteng rumah warga berserakan. Dilaporkan juga tidak ada korban jiwa atas kejadian ini," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran persnya, Minggu, (24/10/2021).

Fenomena angin kencang ini melanda beberapa wilayah di Kota Semarang. Adapun wilayahnya meliputi Kelurahan Pongangan yang terletak di Kecamatan Gunung Pati, Kelurahan Kalipancur di Kecamatan Ngaliyan dan Kelurahan Bendan Duwu di Kecamatan Gajah Mungkur.

"Setelah angin kencang mereda, tim BPBD Kota Semarang melakukan kaji cepat dengan menerjunkan tim ke lapangan guna melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan unit terkait," katanya.

Ia mengatakan, sebagai upaya penanganan, BPBD Kota Semarang segera memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak kejadian ini.

Hingga kini, para warga dibantu dengan tim gabungan yang berada di lapangan bergotong royong memperbaiki kerusakan rumah dan membersihkan material yang terbawa saat terjadi angin kencang.

Baca juga: Matras Bambu Digunakan untuk Konstruksi Tol Semarang - Demak

Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan, wilayah Semarang masih berpotensi turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada esok hari (25/10).

"Oleh karena itu, BNPB selalu mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang. Kondisi ini dapat terjadi atau menyertai saat hujan berlangsung," katanya.

"Selain itu, fenomena cuaca ekstrem tersebut biasa terjadi saat pergantian musim. Menghindari dari bahaya angin kencang, masyarakat diimbau untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan jangan berada di bawah pohon maupun papan baliho ketika terjadi hujan," ujarnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas