Tribun

Kasus Djoko Tjandra

Penjelasan Mabes Polri Kenapa Irjen Napoleon Masih Belum Dipindahkan dari Rutan Bareskrim

Mantan Kadiv Hubinter Polri itu kini belum dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) meski kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA). 

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Malvyandie Haryadi
Penjelasan Mabes Polri Kenapa Irjen Napoleon Masih Belum Dipindahkan dari Rutan Bareskrim
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Aksi mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte melakukan goyang TikTok usai divonis 4 tahun penjara terkait kasus suap Djoko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menyampaikan Irjen Napoleon Bonaparte masih ditahan di Rutan Bareskrim Polri. 

Mantan Kadiv Hubinter Polri itu kini belum dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) meski kasasinya ditolak Mahkamah Agung (MA). 

"Itu kan rutannya rutan cabang di Bareskrim. Jadi posisinya dia itu bukan tahanan kepolisian. Tetep ditempatkan saja di situ," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021).

Ramadhan menyampaikan pihaknya masih belum menerima permohonan pemindahan penahanan Irjen Napoleon ke lapas dari pihak terkait. 

Hingga saat ini, kata Ramadhan, Irjen Napoleon masih berstatus dititipkan di Rutan Bareskrim Polri.

"Nanti kita lihat dimana ditempatkan dia. Kita kan kalau dititipkan kan statusnya dia dititipkan gitu. Bukan tahanan penyidik dia. Dia statusnya udah diserahkan (ke Kejaksaan)," tukasnya.

Baca juga: KPK Usut Dugaan Korupsi Formula E, Begini Respons Wagub DKI, PSI dan MAKI

Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Dengan putusan tersebut maka Napoleon tetap dihukum empat tahun penjara karena terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih utang (cessie) Bank Bali.

"Amar putusan, (kasasi) jaksa penuntut umum dan terdakwa ditolak," dikutip dari laman resmi MA yang diberitakan Kompas.com, Kamis (4/11/2021).

Sebelumnya, permohonan banding Napoleon juga ditolak oleh Pengadilan Tinggi Jakarta.

Halaman
12
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas