Tangis Penyesalan Munir Kartono, Penyandang Dana Kasus Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo Tahun 2016
Munir mengaku telah berupaya untuk melakukan ajakan kepada teman-temannya untuk memerangi tindakan terorisme.
Penulis: Dewi Agustina
Dalam kesempatan itu Munir mengatakan akan memperbaiki diri.
Ia mengaku telah berupaya untuk melakukan ajakan kepada teman-temannya untuk memerangi tindakan terorisme.
"Kembali ke masyarakat dan berbaur ke masyarakat. Menjadi warga yang baik saja," ucapnya.
Sementara itu, Ipda Bambang mengatakan memberikan maaf kepada Munir dengan ikhlas.
"Saya dengan ikhlas memaafkan, ikhlas dan ridho, setelah ini mari kita ciptakan Solo yang damai, yang kondusif, tidak hanya di Solo tapi di seluruh dunia," ujarnya.
Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, berterimakasih kepada Munir yang sudah berinisiatif melakukan aksi permintaan maaf ini.
"Mari berkomitmen untuk menjaga kondusifitas kamtibmas di seluruh wilayah. Permintaan maaf ini tidak hanya kepada Bambang tetapi kepada seluruh masyarakat," urainya.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, aksi teror pada tahun 2016 berharap menjadi aksi teror yang terakhir di Kota Solo.
"Mudah-mudahan peristiwa bom di Mapolresta tahun 2016, menjadi yang terakhir," ujarnya.
Bom Bunuh Diri di Mapolresta Solo
Insiden bom bunuh diri terjadi di markas Polresta Surakarta, Jawa Tengah pada Selasa (5/7/2016) pagi.
Pelaku yang belakangan diketahui sebagai Nur Rohman warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta, Jateng tersebut mengendarai sepeda motor matik.
Pada pukul 07.30 WIB, satu pengendara sepeda motor yang diduga pelaku memasuki halaman Mapolresta Surakarta.
Sempat dihentikan oleh anggota Provos, namun pengendara tetap nekat menyerobot melewati penjagaan.