Tribun

Virus Corona

Muncul Varian Baru Covid-19, Singapura Akan Batasi Perjalanan Dari 7 Negara Afrika

Singapura akan membatasi masuknya pelancong dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke tujuh negara di benua Afrika.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Adi Suhendi
Muncul Varian Baru Covid-19, Singapura Akan Batasi Perjalanan Dari 7 Negara Afrika
freepik.com
Ilustrasi Covid-19. Singapura akan membatasi masuknya pelancong dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke tujuh negara di benua Afrika. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Singapura akan membatasi masuknya pelancong dengan riwayat perjalanan baru-baru ini ke tujuh negara di benua Afrika.

Hal tersebut setelah ada laporan bahwa varian baru virus corona atau Covid-19 yang berpotensi lebih menular beredar di 7 negara tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Kementerian Kesehatan Singapura pada Jumat ini.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (26/11/2021), mulai Sabtu pukul 23.59, semua pemegang pass jangka panjang dan pengunjung jangka pendek dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe tidak akan diizinkan memasuki Singapura maupun transit di negara itu.

Pembatasan tersebut juga berlaku bagi mereka yang sebelumnya telah memperoleh persetujuan untuk masuk ke Singapura.

Warga negara Singapura dan penduduk tetap yang kembali dari 7 negara itu pun harus menjalani masa karantina selama 10 hari di fasilitas khusus.

Baca juga: Riset Terbaru IFRC Ungkap Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sosial Ekonomi di Dunia

"Ada laporan baru-baru ini tentang varian yang berpotensi lebih menular, B.1.1.529 yang mungkin beredar di Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe," kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Para ilmuwan di seluruh dunia saat ini masih mencari tahu lebih banyak tentang varian baru ini.

"Seperti apakah lebih menular dibandingkan varian Delta, apakah lebih cenderung menyebabkan penyakit parah, dan bagaimana efektivitas vaksin yang ada terhadap varian baru ini," jelas kementerian tersebut.

Baca juga: Indonesia Kembali Kedatangan Dua Tahap Vaksin Covid-19 Hari Ini

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas