Tribun

Nadiem Makarim: Gernas BBI Harumkan Aroma Maluku Hingga Lintas Benua

Melalui Gernas BBI, kita akan mengharumkan aroma Maluku agar tercium sampai ke lintas benua

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
Nadiem Makarim: Gernas BBI Harumkan Aroma Maluku Hingga Lintas Benua
Istimewa
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mengajak masyarakat mengharumkan aroma Maluku hingga lintas benua melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). 

Menurutnya, aset Kepulauan Maluku yang diturunkan sebagai warisan budaya harus menjadi nilai tambah dalam memajukan masyarakat Indonesia

“Melalui Gernas BBI, kita akan mengharumkan aroma Maluku agar tercium sampai ke lintas benua. Karya buatan anak bangsa adalah bekal kita untuk melompat ke masa depan, untuk mewujudkan Indonesia berkelanjutan," ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021).

Seluruh inisiatif Gernas BBI Aroma Maluku, kata Nadiem adalah dengan mengedepankan sinergi sebagai upaya mewujudkan penguatan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. 

Baca juga: Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual Dekan FISIP UNRI Kirim Surat ke Menteri Nadiem Makarim 

"Kami telah berkomitmen untuk menjalin dan menguatkan kerja sama antara satuan pendidikan dengan dunia usaha dan industri. Hal itu terwujud dalam program-program SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi dan Kampus Merdeka,” ujar Nadiem. 

Untuk mewujudkan hal itu, kata Nadiem, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku industri harus berkolaborasi dan bertransformasi, yang saat ini juga menjadi nyawa dari gerakan Merdeka Belajar

"Melalui semangat Merdeka Belajar, pemerintah berupaya menghilangkan sekat-sekat yang memisahkan dunia pendidikan dan kebudayaan dengan sektor ekonomi,” ucap Menteri Nadiem. 

Menurutnya, dua sektor ini saling memengaruhi di mana pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan lulusan kreatif yang mampu mengolah sumber daya sebagai aset ekonomi yang menyejahterakan masyarakat. 

Sementara itu, masyarakat yang sejahtera punya kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

“Hilangnya sekat-sekat pembatas perlu dibarengi dengan transformasi yang dapat memperkenalkan karya-karya asli Maluku ke publik yang lebih luas. Transformasi ini perlu diupayakan dengan pemanfaatan teknologi digital, salah satunya melalui platform e-commerce,” pungkas Nadiem. 

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas