Tribun

Sekjen PDIP Bela Ganjar Soal Sembako Dikembalikan Kader: Aneh Ada Yang Mempolitisir Bantuan

Menurut Hasto, pihaknya akan membela kader partai yang terus bekerja untuk kebaikan serta nilai kemanusiaan.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Sekjen PDIP Bela Ganjar Soal Sembako Dikembalikan Kader: Aneh Ada Yang Mempolitisir Bantuan
KOMPAS.COM/IKA FITRIANA
Fajar Nugroho akhirnya menyerahkan beberapa barang pemberian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke kantor Kelurahan Mungseng, Lingkungan Kemantenansari, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Rabu (12/1/2022) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membela Ganjar Pranowo terkait pengembalian sembako oleh kader PDIP, beberapa waktu lalu.

Menurut Hasto, pihaknya akan membela kader partai yang terus bekerja untuk kebaikan serta nilai kemanusiaan.

"Iya, kami membela seluruh kader partai yang melakukan kerja kebaikan dengan nilai-nilai kemanusiaan," kata Hasto saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2022).

Diketahui, Kader PDIP Temanggung Fajar Nugroho mengembalikan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berujung polemik.

Pengembalian bantuan yang dilakukan Fajar Nugroho dikarenakan ada pengurus partai yang tersinggung sehingga memberi arahan agar Fajar mengembalikan bantuan kepada Ganjar Pranowo.

Hasto menambahkan, bahwa seluruh kader partai wajib bergotong royong dalam pandemi.

Termasuk, Puan Maharani, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang bergotong royong membantu masyarakat.

Baca juga: Legislator PDIP Salurkan Ribuan Paket Sembako Bergambar Puan Maharani di Tangerang Raya 

Hasto bahkan menyebut, PDIP bahkan melalui HUT ke-49 PDIP turut bergotong royong. 

Melalui nasi tumpeng pada saat peringatan HUT ke-49 PDIP dibagikan untuk masyarakat yang memerlukan sebagai simbol kesatupaduan PDIP dengan rakyat. 

"Jadi gotong royong merupakan hal-hal yang baik, yang wajib dilakukan oleh seluruh kader partai dan itu harus disertai dengan semangat membantu yang lain, semangat pri kemanusiaan yang hidup, semangat untuk mengangkat bagaimana dengan gotong royong itu seorang pemimpin menyatu dengan rakyatnya," ungkap Hasto.

"Sehingga sangat aneh dalam situasi seperti ini ada niatan baik, kemudian ada beberapa bentuk kemudian mempolitisir persoalan bantuan tersebut," jelasnya.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas