Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok KH Imam Jazuli, Kiai Pencetus Gerakan Ngaku NU Wajib Ber-PKB

Seorang alim ulama yakni KH Imam Jazuli, belakangan ini mengungkapkan fakta baru terkait NU dan PKB dengan mencetuskan gerakan Ngaku NU Wajib ber-PKB

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sosok KH Imam Jazuli, Kiai Pencetus Gerakan Ngaku NU Wajib Ber-PKB
Dokumentasi Pesantren Bina Insan Mulia
KH. Imam Jazuli usai memberikan ijazah Dalail Khoirot kepada ribuan peserta di Balroom Hotel Aston, Cirebon. 

TRIBUNNEWS.COM - Hubungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah menjadi sorotan.

DI sisi lain, seorang alim ulama yakni KH Imam Jazuli, belakangan ini mengungkapkan fakta baru terkait NU dan PKB.

Bahkan ia akan menjadi pencetus gerakan "Ngaku NU Wajib ber-PKB".

Lantas siapa profil KH Imam Jazuli?

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Kh. Imam Jazuli, saat menyampaikan sambutan di acara wisuda program santri BIMA di Hotel Aston, Cirebon, Minggu (5/12/2021).
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Kh. Imam Jazuli, saat menyampaikan sambutan di acara wisuda program santri BIMA di Hotel Aston, Cirebon, Minggu (5/12/2021). (Dokumentasi Pesantren Bina Insan Mulia)

Baca juga: Diminta Jokowi Pulang, PBNU Sudah Komunikasi dengan Ainun Najib

Imam Jazuli adalah pria kelahiran Cirebon, 17 November 1976.

Mengutip dari laman resmi Pesantren BIMA, Imam Jazuli merupakan generasi ketiga pengasuh pesantren yang dulu bernama Pondok Pesantren Al Ikhlas Tegal Koneng.

Sang pendiri adalah kakek Imam Jazuli, yakni  KH. Sirojuddin tahun 1942.

Rekomendasi Untuk Anda

Sepeninggal KH. Siroj, pesantren diteruskan oleh putra sulungnya, yaitu KH. Anas Sirojuddin, alumnus Pondok Pesantren Kempek dan Pondok Pesantren Lasem.

Di masa kepemimpinan KH. Anas Sirojuddin, sistem dakwah dan pendidikan di pesantren diperluas dengan mendirikan lembaga formal, antara lain: Madrasah Diniyah dan Madrasah Tsanawiyah, PAUD, dan TK. Semua lembaga tersebut diberi nama Al-Ikhlas.

Atas restu KH. Anas Sirojuddin, pada tahun 2012 , Pondok Pesantren Al-Ikhlas diubah nama dan sistemnya secara total oleh putra bungsunya, yaitu KH. Imam Jazuli, Lc. MA, yang menjadi generasi ketiga dari KH.Sirojuddin.

Nama pesantrennya diganti menjadi Pesantren Bina Insan Mulia (Pesantren BIMA)

Riwayat Pendidikan

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri;

Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy;

Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy;

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas