Tribun

Seleksi KPU dan Bawaslu

Anggota DPR Dibuat Tertawa Karena Calon Komisioner KPU Ini Mengaku Tak Bisa Baca Tulisan Sendiri

Calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 Parsadaan Harahap menjadi sorotan saat mengikuti fit and proper test.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Anggota DPR Dibuat Tertawa Karena Calon Komisioner KPU Ini Mengaku Tak Bisa Baca Tulisan Sendiri
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Calon komisioner KPU 2022-2027 Muchamad Ali Safa'at, saat memaparkan visi dan misinya dalam fit and proper test di Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 Parsadaan Harahap menjadi sorotan saat mengikuti fit and proper test di Komisi II DPR RI, Selasa (15/2/2022).

Pasalnya, Parsadaan mengeluhkan tulisannya sendiri yang tidak dapat dibaca.

Padahal, saat itu dirinya sedang menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan sejumlah anggota Komisi II DPR RI.

"Mohon maaf, Bapak Ibu sekalian, ternyata tulisan saya sendiri pun agak susah dibaca begitu. Jadi mohon maaf kalau ada yang kelewatan mohon diingatkan, Bapak Ibu," kata Parsadaan di ruang rapat Komisi II DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Parsadaan pun terlihat kebingungan untuk melanjutkan jawaban, dikarenakan daftar pertanyaan yang dicatatnya tak dapat terbaca.

Baca juga: Pemerintah Optimistis KPU dan Bawaslu Bisa Hadapi Kompleksitas Pemilu 2024

Seorang anggota Komisi II DPR pun menegaskan, apakah Parsadaan betul-betul mencatat daftar pertanyaan itu.

"Pak Parsadaan, tadi sudah mencatat kan yang nanya-nanya itu, Pak?" tanya seorang anggota Komisi II.

"Sudah pak, sudah," jawab Parsadaan.

"Oh bagus," sahut anggota Komisi II itu.

Baca juga: Ada Ketegangan Antara KPU dengan Bawaslu, Afifuddin Janji Siap Mencairkan

Parsadaan pun mengakui bahwa tulisannya sendiri tak dapat terbaca.

Mendengar ucapan itu, anggota Komisi II DPR yang berada di ruangan pun tak kuasa menahan tawa.

"Tulisan saya, saya pun enggak bisa baca, Pak. Kayak tulisan dokter," kata Parsadaan yang diiringi gelak tawa.

Parsadaan pun kembali melanjutkan menjawab pertanyaan yang bisa terbaca olehnya.

Baca juga: Keterwakilan Perempuan di KPU-Bawaslu Penting untuk Wujudkan Demokrasi Berkualitas

Namun, ia meminta kepada para anggota Komisi II DPR agar mengingatkan jika ada pertanyaan yang terlewat.

Setelah mengakhiri menjawab pertanyaan, Parsadaan pun mendapat peringatan dari anggota Komisi II dari Fraksi Demokrat Rezka Oktoberia.

Rezka meminta agar Parsadaan tidak mengulangi kejadian tersebut ketika sudah terpilih jadi anggota KPU.

"Mudah-mudahan, nanti di saat, jika InsyaAllah bapak terpilih menjadi bagian dari dalam lembaga penyelenggara pemilu, ini nanti apa yang kami sampaikan sebagai wakil rakyat, jangan sampai tidak bisa dibaca lagi pak. Terima kasih," kata Rezka.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas