Tribun

Masa Jabatan Presiden

Amien Rais: Saya Gagal Paham Soal Penundaan Pemilu, Itu Menghina Akal Cerdas Manusia

Amien Rais menyoroti soal isu penundaan Pemilu serta perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. Dimana, isu tersebut dilontarkan oleh sejumlah pejabat

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Amien Rais: Saya Gagal Paham Soal Penundaan Pemilu, Itu Menghina Akal Cerdas Manusia
capture video
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais dalam dialog kebangsaan Mencari Solusi Permasalahan Negara dan Bangsa Indonesia secara virtual, Senin (14/3/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyoroti soal isu penundaan Pemilu serta perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi. Dimana, isu tersebut dilontarkan oleh sejumlah pejabat publik.

Mulai dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto hingga Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Amien Rais mengaku tak habis pikir dengar isu yang dilontarkan oleh para tokoh tersebut.

Terlebih, harus bersandiwara dihadapan publik seolah-olah ini harus dilakukan.

Hal itu disampaikan Amien Rais dalam dialog kebangsaan Mencari Solusi Permasalahan Negara dan Bangsa Indonesia secara virtual, Senin (14/3/2022).

"Saya gagal paham, ada beberapa pejabat tinggi ..., yang bersandiwara untuk bisa meyakinkan rakyat penundaan Pemilu dan 3 periode Pak Jokowi memang kehendak mayoritas rakyat," kata Amien Rais.

"Ini saya betul-betul haduh, saya enggak bisa paham, jadi ini mereka yang menghendaki Pak Jokowi supaya menunda Pemilu, apalagi tambah satu periode lagi itu, menurut saya menghina akal cerdas manusia," tambahnya.

Baca juga: Survei LSJ: Mayoritas Puas Kinerja Jokowi, Tapi Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Menurut Amien, isu itu merupakan upaya untuk merubah konstitusi yang sudah ada. Sehingga, ia meminta kepada jajaran di DPD RI untuk terus mengawal agar hal itu tak bisa tercapai.

Pasalnya, ia melihat bahwa sebagian anggota DPR saat ini sudah bisa dipengaruhi oleh isu tersebut.

"Di samping konstitusinya memang akan ditekuk-tekuk dan hati-hati Pak La Nyalla, DPD RI masih merupakan harapan kita, jadi counter ballance, dari tetangga sebelah itu (DPR RI) yang sebagian besar sudah menjadi yes man yes woman," ucap Amien.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas