PPNI Rayakan HUT ke-48, Tekad Perjuangkan Kesejahteraan Anggota
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berupaya memperjuangkan kesejahteraan untuk para anggota.
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berupaya memperjuangkan kesejahteraan untuk para anggota.
Ini merupakan tekad di hari jadi PPNI ke-48.
"Kami mengidentikkan hari ini sebagai Hari Nasional bagi Perawat," ujar Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah, dalam keterangannya, pada Kamis (17/3/2022).
Sejak tahun 2000 hingga masa kepemimpinannya, PPNI telah meminta pemerintah untuk menjadikan Hari Perawat Nasional sebagai hari Nasional.
"Kami telah mengusulkannya sejak tahun 2000 silam. Namun belum diwujudkan oleh pemerintah," kata dia.
Selama ini, PPNI telah memperjuangkan dalam tiga hal.
Pertama berjuang kepada anggota dalam hal ini ikut menyelesaikan persoalan yang ada di tengah-tengah anggotanya.
Kedua, bertanggungjawab terhadap profesi bagaimana PPNI meningkatkan profesionalisme perawat Indonesia, bagaimana membangun standar, kode etik, kompetensi hingga pendidikan perawat ditata sedemikian rupa.
Ketiga, tanggungjawab PPNI kepada masyarakat, dimana perawat terlibat dalam masalah sosial yang ada terutama masalah kesehatan.
Baca juga: 160 Perawat Positif Covid-19 Sejak Kasus Omicron, PPNI: Mayoritas Gejala Ringan
Dalam hal ini ada dua jalan yakni bagaimana PPNI bertanggungjawab kepada masyarakat dalam hal ini terkait kesehatan, contoh Kantor PPNI menjadi pusat komunikasi masyarakat kesehatan dan hotline service untuk konsultasi.
"Itulah tiga hal yang menjadi perhatian PPNI untuk mendukung program pemerintah, untuk mengedukasi masyarakat," papar Harif.
Pihaknya juga bekerjasama dengan stakeholder selain pemerintah, di antara organisasi kemasyarakatan.
Menyikapi kondisi saat ini dimana masa pandemi Covid-19 menjadi endemi, Harif mengatakan, pihaknya akan tetap mempersiapkan pada masa transisi ini dengan terus menjaga perilaku kita.
"Mendengar ini kita cukup senang, namun kita tetap menjaga perilaku kita dimasa endemi," ucapnya.
Menjawab pertanyaan wartawan tentang banyaknya perawat yang meninggal akibat Covid-19, Harif memaparkan, hingga saat ini berdasarkan laporan yang ada sudah 711 orang perawat yang meninggal dunia, selama dua tahun belakangan ini, dalam penanganan covid.
Perjuangkan Kesejahteraan Perawat
PPNI saat ini masih terus perjuangkan kesejahteraan terutama bagi perawat swasta yang masih banyak belum terlindungi kesejahteraan perawat.
Baca juga: Ketua PPNI: Tenaga Kesehatan Harus Kreatif Beri Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Daerah Terpencil
"Hingga saat ini kami tetap memperjuangkan kesejahteraan perawat swasta. Ini harapan yang kita sampaikan kepada pemerintah. Bukan hanya mendapatkan upah minimum provinsi dan kabupaten, ini sasaran kita," pungkasnya.