Tribun

Total 353 Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri Sudah Terpasang di Indonesia

Jumlah itu terdiri dari 126 unit sebagai hibah pinjam pakai dari Dukcapil pusat, dan 227 unit ADM berasal dari pembelian APBD.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Total 353 Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri Sudah Terpasang di Indonesia
Tribunnews.com/Istimewa
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh menyatakan sebanyak 353 unit Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) sudah terpasang di Indonesia.

Jumlah itu terdiri dari 126 unit sebagai hibah pinjam pakai dari Dukcapil pusat, dan 227 unit ADM berasal dari pembelian APBD.

Melalui ADM, masyarakat bisa mencetak sendiri KTP Elektronik, Kartu Identitas Anak, Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan Kartu Keluarga.

Baca juga: Penjelasan Mendagri dan Dirjen Dukcapil soal Pembuatan KTP bagi WNA, Tidak Terkait Pemilu 2024

“Cukup dari ADM, tidak perlu ke kantor Dukcapil. Sistem bekerja dengan pengaman nomor induk kependudukan atau NIK, PIN, dan QR Code," ujar Dirjen Zudan dalam keterangannya, Jumat (3/6/2022).

Zudan menyatakan, pada Kamis (2/6/2022) baru saja kembali melaunching Anjungan Dukcapil Mandiri yang peresmiannya dilakukan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, di Kendari.

Dirjen Zudan mengatakan, hingga kini di Sultra telah terdapat empat unit mesin ADM, di antaranya pengadaan dari provinsi dan tiga lainnya pengadaan dari Kementerian Dalam Negeri.

Kemendagri memberikan kepada tiga kabupaten terbaik yang memiliki prestasi pelayanan Adminduk, yakni Kolaka, Konawe Utara, dan Bombana.

Baca juga: Dirjen Dukcapil Beberkan 4 Perbedaan KTP-el WNI dan WNA

"Nah, semangat ADM ini untuk memudahkan pelayanan. Ini saya desain pada saat dikirim belajar di Korea Selatan," ujarnya.

Kehadiran ADM ini untuk mempercepat dan memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal pengurusan dokumen kependudukan.

Melalui teknologi ADM, juga dapat mereduksi dan mencegah praktek percaloan dan pungutan liar dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah mesin ADM terbanyak, yakni 84 unit.

Disusul Jawa Barat 53 unit mesin ADM, Jawa Tengah 38 unit, Sulawesi Selatan 20 unit, DI Yogyakarta 19 unit, dan Banten 15 unit mesin ADM.

Di tingkat kabupaten, tercatat Kabupaten Malang paling banyak memiliki mesin ADM yakni 33 unit.

Disusul Kabupaten Bandung 30 unit, Kabupaten Jepara 17 unit, Kota Makassar 16 unit, Kabupaten Sleman 8 unit, dan Kabupaten Banyuwangi sebanyak 6 unit mesin ADM.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas