Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Said Aqil: Hidup di Negara Pancasila Lebih Nyaman dan Damai

Said Aqil Siroj kembali dilantik Presiden Joko Widodo (Joowi) menjadi dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Said Aqil: Hidup di Negara Pancasila Lebih Nyaman dan Damai
Panitia Muktamar NU
Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) KH Said Aqil Siroj. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kembali dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama 7 anggota lainnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Usai pelantikan Said mengatakan bahwa hidup di negara Indonesia dengan prinsip Pancasila lebih nyaman dan damai.

“Saya yang pernah hidup di Timur Tengah 13 tahun setengah dari S1 sampai S3 di Timur Tengah ternyata hidup di negeri Pancasila ini lebih nyaman, lebih tenang, lebih damai,” katanya.

Tidak hanya dirinya, sejumlah tamu Timur Tengah yang pernah datang ke Indonesia juga mengakui hal tersebut.

Bagaimana tidak menurutnya di Timur Tengah ancaman ledakan bom bisa terjadi kapan saja.

“Di negerinya bisa saja suatu saat dia jalan menginjak ranjau atau lagi tidur di belakang rumah ada bom meledak setiap saat. Suriah, Irak, Pakistan, Somalia, Libya dan di Indonesia betapa tenangnya,” kata dia.

Baca juga: Dilantik Jokowi, Kepala BPIP Sebut akan Lanjutkan Sosialisasi Pancasila ke Generasi Milenial

Rekomendasi Untuk Anda

Kedamaian yang terjadi di Indonesia kata Said berkat Pancasila.

Di Indonesia kata dia, setiap warga negara bebas mengamalkan agama masing-masing dalam bingkai Pancasila.

Baca juga: Jokowi Resmi Lantik Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BPIP hingga 2027

“Di Timur Tengah orang mau bangun Masjid Nggak gampang bangun Pesantren tidak gampang, Madrasah harus izin resmi dan sulit dan di kita asal ada niat membangun pesantren,” katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas