Tribun

Kemenag Siap Bekerjasama dengan Rabithah Alam Islami Demi Sukseskan Religion 20

Yaqut Cholil Qoumas menyatakan siap bekerja sama dengan Rabithah Alam Islami dalam acara R20.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kemenag Siap Bekerjasama dengan Rabithah Alam Islami Demi Sukseskan Religion 20
Istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersilaturahim dengan Sekjen Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Ahmad al-Issa di Makkah, Arab Saudi. Yaqut Cholil Qoumas menyatakan siap bekerja sama dengan Rabithah Alam Islami dalam acara R20. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersilaturahim dengan Sekjen Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Ahmad al-Issa di Makkah, Arab Saudi.

Hadir juga dalam pertemuan ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf yang juga tengah menunaikan ibadah haji.

Yaqut Cholil Qoumas menyatakan siap bekerja sama dengan Rabithah Alam Islami dalam acara R20.

Menurutnya, gagasan dialog antarumat beragama dalam R20 sangat penting.

Baca juga: Terima Perwakilan Rabithah Alawiyah, Wapres Sebut Ormas Islam Harus Bisa Memperkuat Ekonomi Umat

"Kemenag siap kerja sama dengan Rabithah dalam menyukseskan Religion 20 atau R20," ujar Yaqut melalui keterangan tertulis, Kamis (14/7/2022).

Dalam pertemuan ini, para tokoh juga mendiskusikan upaya penguatan dialog antar umat beragama dalam mewujudkan perdamaian dunia.

"Keharmonisan, perdamaian antarumat beragama penting untuk dijaga dan ditingkatkan. Untuk itu saya menyambut baik kerja sama ini dan menyukseskan R20. Kerja sama Rabithah-Kementerian Agama- NU akan sangat berarti sekali untuk dunia Islam dan global," ucap Yaqut.

Kehadiran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf disambut oleh Syaikh Ahmad al-Issa.

Baca juga: Sekjen Rabithah Alam Islami Ajak Pemuda Islam Terus Gaungkan Perdamaian dan Toleransi

Selaku Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islami, Ahmad Al-Issa mengaku senang dan bangga bisa menjalin hubungan lebih erat dengan Indonesia.

"Kehadiran Indonesia ini sangat penting, bukan hanya karena merupakan negara dengan mayoritas muslim yang besar, juga karena peradaban dan budaya masyarakatnya tetap memelihara harmoni di tengah perbedaan," kata Syaikh Ahmad al-Issa.

Peradaban dan budaya Indonesia yang memperkuat harmoni itu, menurut Syaikh Ahmad Al-Issa, sangat dibutuhkan dalam rangka mencari jalan keluar dari berbagai masalah berat yang dihadapi dunia Islam secara keseluruhan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas