Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Guru Ngaji Tunanetra dari Bangka Pergi Haji : Tak Bisa Melihat Kabah Tapi Hati tetap Tergetar

Ajni mengaku kerap menangis selama Tanah Suci, terutama ketika ia thawaf atau berkeliling Kabah masih tidak percaya ikut ibadah haji

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aji Bramastra
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kisah Guru Ngaji Tunanetra dari Bangka Pergi Haji : Tak Bisa Melihat Kabah Tapi Hati tetap Tergetar
Tribunnews.com/Aji Bramastra
Ajni bin Senen bin Hasan (55 tahun), seorang ustadz tunanetra yang mengajar hafalan Al Quran asal Bangka Barat, Kepulauan Riau. Di tengah keterbatasannya tak bisa melihat indahnya dunia sejak kecil, Ajni bisa pergi berhaji tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aji Bramastra

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH - Keterbatasan tak membuat Allah menunda takdir seseorang untuk pergi berhaji.

Hal itu dirasakan betul oleh Ajni bin Senen bin Hasan (55 tahun), seorang ustadz tunanetra yang mengajar hafalan Al Quran asal Bangka Barat, Kepulauan Riau.

Ya, di tengah keterbatasannya tak bisa melihat indahnya dunia sejak kecil, Ajni bisa pergi berhaji tahun ini.

"Saya sudah sejak kecil penglihatan terbatas. Lalu semakin memburuk, dan akhirnya sama sekali tak bisa melihat saat remaja," kata Ajni, saat bertemu Tribunnews.com di di Hotel Barra Taibah, Madinah, Arab Saudi, Kamis (4/7/2022) lalu.

Ajni menceritakan, menjadi guru ngaji membuatnya tak punya cukup materi untuk pergi berhaji.

Ia bersyukur, pada 2011, ia mendapat berkah hadiah pergi berhaji dari Bupati Bangka Barat ketika itu, Zuhri M Syazali.

Rekomendasi Untuk Anda

Ajni sempat kecil hati, setelah mendengar keberangkatannya terus tertunda.

Baca juga: Umat Islam Indonesia Beruntung, Muslim di Malaysia Harus Menunggu 300 Tahun untuk Bisa Naik Haji

Tapi pada tahun ini, kabar menggembirakan itu akhirnya datang juga.

Nama Ajni terpilih dalam daftar jemaah haji.

Ia berangkat bersama Kloter Palembang (PLM-4) pada 28 Juni 2022.

Ajni mengaku kerap menangis di Tanah Suci, terutama, ketika ia thawaf atau berkeliling Kabah.

"Saya terus menangis. Saya masih tidak percaya bisa sampai sini (Tanah Suci)," kata Ajni.

Kondisi Ajni sendiri memang lemah.

Kondisi itu harus membuatnya thawaf dengan kursi roda.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas