Tribun

Uang Rupiah Baru

PROFIL Tjoet Meutia, Pahlawan Wanita Indonesia sang Pemimpin Gerilya Aceh, Gugur saat Lawan Penjajah

Berikut profil Tjoet Meutia, pahlawan nasional asal Aceh yang gambarnya ada di bagian depan uang pecahan Rp 1.000 TE 2022 Bank Indonesia.

Penulis: garudea prabawati
Editor: Sri Juliati
zoom-in PROFIL Tjoet Meutia, Pahlawan Wanita Indonesia sang Pemimpin Gerilya Aceh, Gugur saat Lawan Penjajah
Bank Indonesia
Uang Rp 1.000 TE 2022. Berikut profil Tjoet Meutia, pahlawan nasional asal Aceh yang gambarnya ada di bagian depan uang pecahan Rp 1.000 TE 2022 Bank Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Tjoet Nyak Meutia atau Cut Meutia merupakan satu di antara pahlawan nasional wanita Indonesia yang telah berjuang dalam kemerdekaan bangsa Indonesia.

Seperti diketahui gambar Tjoet Meutia ada di bagian depan uang pecahan Rp 1.000 tahun emisi 2022 Bank Indonesia.

Tjoet Meutia menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.

Diketahui Cut Meutia meninggal dunia pada 24 Oktober 1910 dan dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh.

Wanita kelahiran 15 Februari 1870 ini meninggal dunia pada usia 40 tahun.

Dirinya gugur pada pertempuran di Alue Kurieng pada 24 Oktober 1910, dikutip Tribunnews dari kemsos.go.id.

Baca juga: 7 Uang Baru TE 2022 Bank Indonesia, Tetap Ada Gambar Pahlawan Tjut Meutia juga Tokoh NU Idham Chalid

Cut Meutia adalah seorang wanita yang kuat, pemimpin Gerilya Aceh yang berperang melawan Pasukan Kolonial Belanda.

Cut Meutia sejak kecil diajarkan agama Islam oleh kedua orang tuanya.

Ia diajarkan bagaimana menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar.

Awalnya Cut Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong.

Pada Agustus 1902, pasukan Teuku Chik Tunong dan Cut Meutia mencegat pasukan Belanda yang berpatroli di daerah Simpang Ulim Blang Nie.

Dalam penyerangan ini, pasukan Belanda lumpuh total dan para pasukan Chik Tunong dan Cut Meutia berhasil merebut 42 pucuk senapan.

Cut Meutia
Cut Meutia ()

Dalam pertempuran tersebut suami Cut Meutia Chik Tunong gugur.

Namun pada Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas