Tribun

BBM Bersubsidi

Pemerintah Naikkan Harga BBM Subsidi, Anggota Komisi VII DPR: Implikasinya Luar Biasa

Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Sugeng Suparwoto menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Pemerintah Naikkan Harga BBM Subsidi, Anggota Komisi VII DPR: Implikasinya Luar Biasa
dok. DPR RI
Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala SKK Migas dan 7 KKKS terbesar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menanggapi rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Awalnya, Sugeng mengatakan rencana kenaikan BBM itu sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Tiba-tiba Minggu lalu itu Pak Luhut mengumumkan Minggu depan presiden akan mengumumkan kenaikan BBM. Nah itu implikasinya luar biasa," kata Sugeng dalam diskusi daring yang diadakan Total Politik, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Salurkan BLT BBM, HMI Minta Pemerintah Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Sugeng menyinggung soal daya beli masyarakat di samping naiknya harga-harga barang.

"Barang-barang sudah mulai naik. Inilah jangan salah kita. Kalau kita ingat persoalan menyangkut kemampuan dan daya beli masyarakat," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyinggung soal kemampuan negara hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lebih lanjut, Sugeng menegaskan saat ini Pertamina babak belur terkait BBM jenis Pertalite dan Solar berpotensi habis pada September dan Oktober 2022.

"Kenapa? Karena tadi volume yang didatangkan 23 juta kiloliter untuk Pertalite dan 14,9 juta kiloliter untuk Solar dipastikan akan habis Oktober akhir," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah belum memutuskan kapan penyesuaian atau kenaikan harga BBM bersubsidi dilakukan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan untuk memutuskan penanganan BBM bersubsidi yang terkena imbas dari melonjaknya minyak mentah dunia.

“BBM semuanya masih pada proses dihitung dikalkulasi,” kata Presiden Jokowi di Papua, Kamis, (1/9/2022).

Kepala negara mengatakan pemerintah melakukan penghitungan atau kalkulasi terhadap penanganan BBM bersubsidi tersebut dengan hati-hati.

Baca juga: Eks Menteri ESDM Sudirman Said Minta Pemerintah Jujur soal Permasalahan Energi hingga BBM Subsidi

“Masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian ya,” katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas