Tribun

Kasus Lukas Enembe

Paulus Waterpauw Kritik Keras Lukas Enembe, Singgung Gaya Hedon: Tak Pantas Jadi Pemimpin

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menilai Lukas Enembe tak pantas jadi pemimpin di Papua.

Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Sri Juliati
zoom-in Paulus Waterpauw Kritik Keras Lukas Enembe, Singgung Gaya Hedon: Tak Pantas Jadi Pemimpin
Tribun-Papua.com, TribunPapuaBarat.com/Fransiskus Salu Weking
Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw (kiri), dan Gubernur Papua Lukas Enembe (kanan). Paulus Waterpauw menilai Lukas Enembe tak pantas jadi pemimpin di Papua, dinilai tak bertanggung jawab dan habiskan uang rakyat. 

TRIBUNNEWS.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengkritik keras Gubernur Papua Lukas Enembe.

Menurutnya, Lukas Enembe tak bertanggung jawab dan tak pantas menjadi orang nomor satu di Papua. 

Paulus Waterpauw  juga menyoroti soal gaya hedon Gubernur Papua itu. 

Ia merasa sedih dengan tindakan Lukas Enembe yang kerap menampilkan praktik hedonisme. 

Terlebih menurutnya, gaya hidup hedonisme itu Lukas Enembe dapatkan dengan menghabiskan uang rakyat.

Ia  menilai hal tersebut tak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. 

Baca juga: Boyamin Duga Kepergian Lukas Enembe ke Kasino Bukan Hanya untuk Judi, Tapi Juga Money Laundry

"Dalam hati saya menangis melihat masyarakat kita yang ditinggal pemimpinnya tanpa bertanggungjawab. Sedih hati kita ini. Dan bikin malu menurut saya."

"Apalagi hedonisme yang ditunjukan dengan menari-nari dan menghabiskan uang rakyat. Menurut saya tidak pantas menjadi pemimpin itu," kata Paulus Waterpauw, Kamis (29/9/2022) dikutip dari tayangan YouTube KompasTv

Paulus Waterpauw pun meminta Lukas Enembe untuk mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Papua

"Lebih baik mundur saja daripada nanti ditangkap KPK," katanya. 

Lanjut Paulus mengatakan, permintaan mundur pada Lukas itu murni dari dirinya dan tidak ada intervensi dari pihak lain. 

"Bukan (dari Presiden), saya yang meminta. Kalau tidak mampu mendingan mundur, yang lainnya lebih siap," tutur Paulus. 

"Cukup keras ya (kritikan) saya, saya mau menunjukan ke mereka, bukan hanya mereka saja yang bisa bersuara lantang, tapi saya juga bisa sebagai anak daerah," katanya. 

Gubernur Papua Lukas Enembe. Pada hari ini PPATK melansir dugaan transaksi mencurigakan Lukas Enembe.
Gubernur Papua Lukas Enembe. Pada hari ini PPATK melansir dugaan transaksi mencurigakan Lukas Enembe. (Tribun-Papua.com/Calvin Erari)

Sebagaimana diketahui, Lukas Enembe ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus gratifikasi sebesar Rp 1 miliar. 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas