Tribun

Gunakan JKN, Unayah Mengobati Adik yang Menderita Skizofrenia

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting kita perhatikan, gangguan kesehatan mental akan berbahaya kalau tidak ditangani dengan serius.

Editor: Content Writer
zoom-in Gunakan JKN, Unayah Mengobati Adik yang Menderita Skizofrenia
Istimewa
BPJS Kesehatan mengajak fasilitas kesehatan untuk memperkuat komitmen dalam peningkatan mutu layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

TRIBUNNEWS.COM, LEBAK - Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting kita perhatikan, gangguan kesehatan mental akan berbahaya kalau tidak ditangani dengan serius.

Seperti kita ketahui kepesertaan BPJS Kesehatan dapat di manfaatkan untuk pelayanan kesehatan mental.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat menjamin berbagai pelayanan kesehatan masyarakat. Satu di antaranya pelayanan bagi peserta JKN yang termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Dengan kata lain, pemegang kartu BPJS kesehatan yang mengalami disabilitas mental atau gangguan kesehatan mental bisa mendapatkan akses pengobatan secara gratis.

Akses pengobatan yang disediakan bisa rehabilitasi medis dan konseling dengan psikolog di fasilitas kesehatan, sesuai indikasi medis dan diagnosis dokter

Hal ini dirasakan oleh seorang pengguna BPJS Kesehatan, Unayah (54). Dirinya mengaku selama berobat adiknya yang mengalami gangguan jiwa selalu menggunakan manfaat dari program JKN.

Warga Cikulur, Kabupaten Lebak ini mengaku bahwa adiknya tersebut divonis memikiki riwayat skizofrenia paranoid sehingga harus melakukan berobat jalan.

Skizofrenia paranoid adalah jenis skizofrenia dengan kekhasan pada munculnya gejala positif, seperti waham (keyakinan pada sesuatu yang tidak nyata) dan halusinasi. Meski bisa diderita oleh siapa pun, kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang berusia 18–30 tahun.

Skizofrenia paranoid adalah jenis skizofrenia yang paling sering terjadi. Umumnya, penderita skizofrenia paranoid akan mengalami kecurigaan atau ketakutan terhadap sesuatu yang tidak nyata.

"Alhamdulillah dari 2014 sudah menggunakan BPJS Kesehatan dan sangat bermanfaat," katanya.

Sakit kejiwaan yang diderita adiknya tersebut sudah berjalan hampir lima tahun. Adiknya pun terpaksa harus dipasung keluarganya. Selanjutnya pihak keluarga coba membawa sang adik ke layanan kesehatan dekat rumahnya.

"Waktu awal-awal tidak tahu harus berobat ke mana karena tidak ada biaya. Baru akhirnya coba bawa berobat ke Puskesmas wilayah Cigeulis pakai kartu KIS," ujarnya.

Saat awal berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan, Unayah mengaku sempat tidak tersedia obat di rumah sakit didaerahnya sehingga mengharuskannya menebus obat di luar.

"Untuk obat selalu ada, tapi memang tahun-tahun sebelumnya sempat mengeluhkan tidak ada obat dan mengharuskan membeli obat di luar," katanya.

Ia pun mengatakan bahwa saat ini keluarga sudah terdaftar semua pada program JKN BPJS kesehatan dan sudah rutin dipakai untuk berobat. Selama menggunakan program JKN dirinya mengaku mendapat pelayanan yang baik dan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

“Alhamdulillah pelayanannya ramah, apalagi selama berobat jalan yang sudah puluhan kali keluar masuk rumah sakit tanpa iur biaya sepeserpun,” jelas Unayah.

Pada akhir wawancara, Unayah berharap BPJS Kesehatan untuk tetap ada, karena baginya program JKN sudah banyak membantu dirinya dan keluarga yang sedang berjuang untuk kesembuhan sang adik.

"Harapannya ke depan BPJS harus berjalan dan berlanjut terus, karena ini sangat membantu bagi kami keluarga yang tidak mampu," tutupnya.  

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas