Tribun

Polisi Tembak Polisi

Merasa Jadi Korban Prank dalam Kasus Ferdy Sambo, Benny Ali: Istri Saya Sampai Syok

Mantan Karo Provos Div Propam Polri Benny Ali menyatakan penyesalannya karena menjadi korban prank atas kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Merasa Jadi Korban Prank dalam Kasus Ferdy Sambo, Benny Ali: Istri Saya Sampai Syok
kolase Tribunnews
Brigjen Benny Ali dan Brigadir Yosua. Merasa Jadi Korban Prank dalam Kasus Ferdy Sambo, Benny Ali: Istri Saya Sampai Syok 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Karo Provos Div Propam Polri Benny Ali menyatakan penyesalannya karena menjadi korban prank atas kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Penyesalan itu diungkapkan Benny Ali, saat dirinya dihadirkan sebagai saksi dalam sidang untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Ya kita ketahui yang kita ketahui. Kita terbawa-bawa, karena beritanya ternyata dari yang saya dapatkan selama ini, ternyata di prank," kata Benny dalam persidangan, Selasa (6/12/2022).

Tak hanya merasa menyesal, dirinya juga mengaku kalau selama ini sang istri merasa syok atas kasus ini.

"Ya kalau saya mungkin enggak. Tetapi sampai saat ini, istri saya itu syok, mau sidang ini syok," ucap Benny.

Benny mengaku, mendapat prank atau merasa tertipu dalam kasus ini selama satu bulan sejak penembakan.

Dirinya baru mengetahui kalau kasus yang sebenarnya terjadi yakni pada 8 Agustus 2022 sementara Yoshua tewas sejak 8 Juli 2022.

"Itu yang saya terima itu ya ini, terjadi seperti itu. Yang kita dapatkan seperti itu. Ternyata beda," ucap dia.

"Itu saya tahunya tanggal 5 Agustus mulai ribut di medsos. Tanggal 8 kalau enggak salah ada pernyataan resmi bahwa ini semuanya rekayasa," tukasnya.

Tak hanya Benny Ali, Mantan Kabag Gakkum Polri Kombes Susanto Haris juga menyampaikan kekecewaannya karena ikut terseret kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yoshua.

Kekecewaan itu disampaikan Susanto dalam persidangan, Selasa (6/12/2022) tepat di depan Ferdy Sambo. Susanto dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi.

Kekecewaan itu disampaikan Susanto dengan nada terisak, dia mengaku merasa kesal dengan Ferdy Sambo yang merupakan Jenderal Polisi.

Baca juga: Sambil Mata Berkaca-kaca, Kombes Susanto Marah ke Ferdy Sambo: Jenderal Kok Bohong!

"Kecewa, kesal, marah. Jenderal kok bohong, susah jadi jenderal. Keluarga kami, kami paranoid (cemas) nonton TV, media sosial," kata Susanto dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, akibat terseret kasus ini, karirnya di kepolisian juga akan hancur.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas