Tribun

Kemendikbudristek: Program Kedaireka Dorong Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan Industri Hijau

Plt Dirjen Dikti Ristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan perguruan tinggi dan industri harus bisa memenuhi tuntutan industri hijau berkelanjutan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kemendikbudristek: Program Kedaireka Dorong Kerja Sama Perguruan Tinggi dengan Industri Hijau
Ist
Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam mengatakan perguruan tinggi dan industri harus bisa memenuhi tuntutan industri hijau berkelanjutan. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt Dirjen Dikti Ristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan platform Kedaireka dapat memfasilitasi kolaborasi inovatif antara perguruan tinggi dengan dunia industri di Indonesia.

Ia mengatakan perguruan tinggi dan industri pun harus bisa memenuhi tuntutan industri hijau yang berkelanjutan.

"Kami harapkan mampu menginspirasi serta mengobarkan semangat insan perguruan Tinggi dalam menciptakan inovasi dan kolaborasi,” ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Kamis (8/12/2022).

Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) pada Konferensi iklim PBB ke-27 (COP27) menyatakan akan meningkatkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri dan 43,20% jika mendapat dukungan dari internasional.

Pemerintah Indonesia mendorong beragam sektor industri mulai mengadaptasi konsep ramah lingkungan di setiap aktivitas dan kebijakannya.

Baca juga: Kemendikbudristek: Permendikburistek PPKS Hadirkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Dimulai dari peralihan energi fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan, pemerintah Indonesia merancang rencana transisi energi melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sejak tahun 2017.

Dalam rencana tersebut pemerintah menargetkan bauran energi nasional mencapai 23 persen pada 2025 dan diharapkan meningkat menjadi 31 persen pada 2050.

“Hal ini diharapkan dapat membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan berkelanjutan yang didasarkan dari penyelesaian masalah-masalah yang ada di masyarakat," kata Nizam.

Baca juga: Cegah Penularan Penyakit, Kemendikbudristek Minta Pelajar Ikut Imunisasi

Melalui Kedaireka, Ditjen Diktiristek menghadirkan program RekaTalks edisi kedua sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka yang diselenggarakan pada Rabu, 7 Desember 2022 di Swiss-Belhotel Tuban, Kuta, Bali.

Mengusung tema 'Kolaborasi dalam Mewujudkan Industri Hijau di Indonesia', RekaTalks edisi kedua ini fokus membahas tuntutan dunia yang berkelanjutan dan rendah emisi.

Pemateri yang hadir pada RekaTalks kali ini adalah I Wayan Budiarta, Kelian Desa Adat Penglipuran; Agus Yuswanta, Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero); dan Ali Sadikin, CEO Sub Regional Bali Nusra PT PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Pada kesempatan yang sama, Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek RI melalui Kedaireka juga mengumumkan inovator terpilih program RekaPitch yang berasal dari beberapa perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Tanjungpura.

Selain itu ada inovator terpilih yang berasal dari perguruan tinggi vokasi dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas