Presiden Jokowi Bicara soal Vonis Ferdy Sambo dan Bharada E, Sebut Itu Wilayahnya Yudikatif
Presiden Joko Widodo buka suara terkait vonis majelis hakim PN Jakarta Selatan kepada terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Eliezer.
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Joko Widodo memberikan tanggapannya terkait vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
Diketahui, para terdakwa tersebut di antaranya ada Ferdy Sambo yang divonis hukuman mati dan istrinya Putri Candrawathi divonis hukuman penjara selama 20 tahun.
Lalu ada Ricky Rizal yang divonis hukuman 13 tahun penjara dan Kuat Ma'ruf yang divonis hukuman 15 tahun penjara.
Sementara itu Richard Eliezer atau Bharada E divonis hukuman 1 tahun 6 bulan.
Menanggapi vonis tersebut, Presiden Jokowi menyebut putusan vonis kepada para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J adalah wilayah yudikatif.
Sehingga meskipun dirinya adalah seorang Presiden, ia tetap tidak bisa ikut campur akan putusan vonis tersebut.
Baca juga: Divonis Ringan Jauh dari Tuntutan, Jaksa Masih Yakin Richard Eliezer Pelaku Utama
"Ya itu wilayahnya Yudikatif, wilayahnya pengadilan. Kita tidak bisa ikut campur," kata Presiden Jokowi dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (16/2/2023).
Namun Presiden Jokowi menilai keputusan yang telah diambil oleh majelis hakim telah mempertimbangkan fakta dan bukti yang ada.
Selain itu menurut Presiden Jokowi, kesaksian dari para saksi juga menjadi petimbangan penting majelis hakim dalam menentukan vonis hukuman.
"Tetapi saya kira keputusan yang ada saya melihat pertimbangan fakta-fakta, pertimbangan bukti-bukti."
Baca juga: IPW Apresiasi Langkah Kejagung Tak Banding soal Vonis 1,5 Tahun Richard Eliezer
"Juga saya kira kesaksian dari para saksi itu menjadi penting dalam keputusan yang kemarin saya lihat."
"Tapi sekali lagi tidak bisa memberikan komentar," pungkasnya.
Baca juga: Bibi Brigadir J Tak Terima Vonis Richard Eliezer, Sebut Terlalu Rendah untuk Pelaku Pembunuhan
Kejaksaan Agung Pastikan Tak Ajukan Banding Vonis 1 Tahun 6 Bulan Bagi Bharada E
Kejaksaan telah resmi menyatakan sikap atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.