Alasan Bareskrim Ambil Alih 13 Laporan dan 2 Pengaduan soal Rocky Gerung, Buntut Diduga Hina Jokowi
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro, menjelaskan ada 13 laporan terhadap pengamat politik, Rocky Gerung.
Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Nuryanti
"Relawan dan masyarakat Indonesia sangat terganggu dan ini sudah memunculkan kegaduhan. Makanya kami melaporkan di Polda Metro Jaya," kata Lisman.
Kelompok relawan tersebut, membawa alat bukti berupa video pernyataan Rocky Gerung yang ditayangkan pada akun YouTube Pengamat Politik Refly Harun yang turut dilaporkan karena menyebarkan melalui platform media itu.
Baca juga: Tak Kapok, Rocky Gerung Tegaskan Bakal Tetap Jadi Pengkritik Kebijakan Pemerintah
Rocky Gerung Tegaskan Tak Hina Jokowi, Sebut Tak Punya Dendam
Pengamat Politik, Rocky Gerung, akhirnya buka suara terkait dugaan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang menjadi polemik akhir-akhir ini.
Rocky Gerung meminta maaf atas pelemik tersebut yang menimbulkan pro dan kontra.
"Kasus ini membuka perselisihan di publik antara pro dan kontra, nah itu yang membuat kehebohan, kehebohan itu bisa ditafsirkan keonaran secara hukum."
"Itu pentingnya kita pahami bahwa sesuatu yang disodorkan untuk dijadikan target keonaran, itu bisa disponsori oleh siapapun. Saya minta maaf terhadap keadaan hari ini yang menyebabkan perselisihan itu tanpa arah," katanya saat konferensi pers, Jumat (4/8/2023), yang dikutip dari kanal YouTube Kompas TV
Rocky Gerung pun menyayangkan adanya polemik tersebut.
Menurut Rocky, ia hanya melakukan kritik terhadap kedudukan Jokowi.
"Sekali kagi saya menyesalkan bahwa persoalan hukum yang dari awal saya katakan, ini adalah kritik saya terhadap pak jokowi yang saya ucapkan secara tajam, yang biasanya saya ucakan di mana-mana."
"Saya tidak mengkritik atau menghina jokowi sebagai individu, tidak, karena nggak ada urusannya kepada Pak Jokowi," tegasnya.
Rocky menilai, Jokowi tak mau melaporkan dirinya ke pihak berwajib karena mengerti maksud yang disampaikannya.
"Saya kira Pak Jokowi mengerti, itu yang menyebabkan Pak Jokowi tidak mau melaporkan saya. Kan Pak Jokowi mengerti bahwa yang saya ucapkan kritik terhadap kedudukan publik atau jabatan publik dia," ungkap pengamat politik itu.
Rocky Gerung juga memahami, kemarahan sejumlah pihak karena belum bisa membedakan antara kritik publik dan dendam pribadi.