Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anita Jacoba Gah, S.E.

Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2024-2029. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anita Jacoba Gah, S.E.
YouTube TV Parlemen
Anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah. Ia melayangkan kritik tajam terhadap proyek naturalisasi pemain keturunan yang terus menerus dilakukan PSSI untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia. 

Adapun, dalam rapat bersama Kemenpora pada Senin lalu, Anita Jacoba Gah meminta pemerintah memperhatikan atlet di daerah 3T.

Anita mengatakan, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan bibit atlet, terutama untuk cabang olahraga lari, tinju, atau sepak bola. 

Ia mencontohkan, Nusa Tenggara Timur yang merupakan daerah pemilihan (dapil) Anita dinilai sebagai gudang atlet meski termasuk daerah yang tertinggal dan terbelakang. 

Namun, Anita mempertanyakan langkah Kemenpora dan PSSI yang sudah beberapa kali mendatangkan pemain naturalisasi padahal ada bibit atlet di dalam negeri. 

"Mau sampai kapan kita terus mengambil atlet dari luar padahal di sana juga dilatih, mereka berhasil sukses karena dilatih," ujar Anita. 

"Jadi pertanyaan kami dari Demokrat, bagaimana dengan upaya dari Kemenpora untuk bagaimana pelatih-pelatih kita ini di Indonesia," tambahnya.

Terkait potensi atlet dalam negeri yang belum dibina, Anita berharap, Kemenpora jangan hanya mendatangkan pemain naturalisasi, tapi juga pelatih asing. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai, kehadiran pelatih asing bisa menjadi jawaban bagi pembinaan di dalam negeri apabila Indonesia belum bisa mencetak atlet yang luar biasa. 

"Karena pengalaman kemarin kita ambil atlet dari luar ternyata tidak berhasil juga. Itu kita bicara keberhasilan. Tapi, bagaimana kalau ini gagal lagi? Apa yang akan dilakukan oleh Kemenpora. Jangan kita ulang terus," tandasnya. 

Lebih lanjut, Anita menyampaikan, atlet yang berasal dari daerah terpencil dan tertinggal memiliki potensi untuk dikembangkan karena mereka memiliki fisik dan mental yang kuat. 

Ia juga menitipkan pesan kepada Kemenpora supaya bisa membidik dan melatih atlet dalam negeri supaya bisa membawa nama Indonesia harum di luar negeri.

Sumber: Tribun Jabar

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas