Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cegah KLB Keracunan, BPOM Awasi Standar Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis

BPOM memiliki tanggung jawab memastikan produk yang digunakan dalam program makan bergizi gratis memenuhi standar keamanan dan gizi yang tepat. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cegah KLB Keracunan, BPOM Awasi Standar Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis
Tribunnews/Reza Deni
Uji coba program makan bergizi gratis di Sekolah Dasar Negeri Kedung Babak 1, Bogor. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yakni Makan Bergizi Gratis (MGB) bakal dimulai pada Januari 2025.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Taruna Ikrar mengatakan, BPOM memiliki tanggung jawab untuk memastikan produk yang digunakan dalam program tersebut memenuhi standar keamanan dan gizi yang tepat. 

Ia menyebut, pihaknya mendapat anggaran sebesar 2,5 triliun untuk melakukan pengawasan dari hulu hingga hilir.

"Kami tupoksinya kurang lebih ada 13 item. Mulai dari food security, memastikan fasilitas rumah produksinya aman. Kemudian setelah disiapkan, mau didistribusikan ke sekolah-sekolah," kata dia saat ditemui di kantor BPOM, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Taruna mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian atau lembaga seperti Bapennas hingga Badan Gizi Nasional.

Adapun pengawasan yang dilakukan guna mencegah kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami berharap tidak ada kejadian luar biasa seperti keracunan makanan dansebagainya," tutur Taruna.

Melalui program makan bergizi gratis ini, pemerintah berharap tidak hanya menciptakan generasi sehat dan cerdas, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor pangan dengan memaksimalkan hasil dari petani lokal.

Program ini bukan hanya investasi jangka pendek, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat generasi penerus bangsa.

Pada tahap awal, program ini akan menyasar sekitar 15 hingga 20 juta anak di seluruh Indonesia, sesuai dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun dari RAPBN 2025.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas