Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Eks-Pimpinan KPK Laode M Syarif: Kebijakan Antikorupsi Harus Terintegrasi, Bukan Sekadar Formalitas

Perusahaan-perusahaan nasional perlu memiliki mekanisme deteksi dan pelaporan yang andal untuk mengantisipasi risiko finansial

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in Eks-Pimpinan KPK Laode M Syarif: Kebijakan Antikorupsi Harus Terintegrasi, Bukan Sekadar Formalitas
HandOut/IST
MANAJEMEN RISIKO - Ahmad Hidayat, MBA, Managing Director Internal Audit Danantara dalam acara “Strengthening Compliance & Risk Management in Indonesia” digelar hari Kamis (24/4/2025) di The Dharmawangsa Jakarta. 

Dalam kesempatan ini, Ahmad Hidayat, MBA, Managing Director Internal Audit Danantara, hadir mewakili Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. 

Ia menekankan bahwa kepatuhan bukan sekadar kewajiban, melainkan strategi kunci untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

“Kepatuhan bukan hanya kewajiban, tetapi strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis,” ungkap Ahmad.

Memasuki sesi pertama, Wendy Wysong, Partner di firma hukum internasional Steptoe, mengupas berbagai regulasi penting dari Amerika Serikat, seperti Foreign Corrupt Practices Act, Foreign Prevention Act, dan Export Controls.

Ia menyoroti bahwa regulasi-regulasi tersebut dapat berdampak langsung terhadap operasional perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan internasional.

“Kepatuhan terhadap hukum internasional bukan pilihan, ini adalah keharusan jika ingin tetap kompetitif di pasar global,” jelas Wendy.

Sesi dilanjutkan oleh Ali Burney, Partner di Steptoe, yang membahas topik tentang Sanksi Ekonomi AS, Pendanaan Terorisme, dan Hukum Anti-Pencucian Uang.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menekankan pentingnya kesiapan perusahaan dalam menghadapi risiko keuangan.

“Perusahaan perlu memiliki mekanisme deteksi dan pelaporan yang andal untuk mengantisipasi risiko finansial,” kata Ali.

Workshop ini tidak hanya menyajikan perspektif hukum, tetapi juga menjadi wadah diskusi aktif antara pelaku usaha dan para pakar.

Para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai dinamika regulasi global yang terus berkembang.

Menutup rangkaian acara, Yunus Husein, mantan Kepala PPATK, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara dunia usaha dan regulator.

“Kepatuhan finansial adalah tanggung jawab bersama antara otoritas dan pelaku usaha,” ujarnya. (*)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas