Rustini Muhaimin: Derasnya Arus Digital Melemahkan Komunikasi Rumah Tangga
Rustini Muhaimin Iskandar menilai, ketahanan keluarga menjadi faktor kunci dalam menentukan kekuatan sebuah bangsa.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Momentum Hari Kartini 2026 dimanfaatkan DPP Perempuan Bangsa untuk menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kekuatan bangsa.
- Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin Iskandar, menilai derasnya arus digital telah melemahkan komunikasi dalam rumah tangga dan mengikis nilai-nilai luhur.
- Rustini menekankan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan bangsa yang kuat. Ia mengingatkan pengasuhan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembina DPP Perempuan Bangsa, Rustini Muhaimin Iskandar menilai, ketahanan keluarga menjadi faktor kunci dalam menentukan kekuatan sebuah bangsa.
Namun menurutnya, saat ini keluarga menghadapi tantangan serius, terutama akibat derasnya arus digital yang mempengaruhi pola komunikasi dan nilai dalam rumah tangga.
DPP Perempuan Bangsa merupakan organisasi sayap perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Namun hari ini, anak-anak tumbuh tanpa pendampingan yang utuh, komunikasi melemah, dan nilai-nilai luhur mulai terkikis,” kata Rustini, dalam keterangannya Minggu (19/4/2026).
Hal itu diungkapkan Rustini, dalam aksi “Return to Family” yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.
Dalam momentum peringatan Hari Kartini 2026, DPP Perempuan Bangsa juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama kekuatan bangsa.
“Hari ini kita tidak sekadar berkumpul. Kita hadir membawa kegelisahan, cinta, dan tanggung jawab besar untuk menyelamatkan fondasi bangsa, yaitu keluarga,” kata Rustini.
Melalui gerakan “Return to Family”, masyarakat diajak untuk kembali memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun karakter generasi penerus.
“Ini bukan langkah mundur, tetapi upaya menguatkan akar. Keluarga adalah sekolah pertama, ibu adalah madrasah utama, dan ayah adalah pilar yang tak tergantikan. Ketika rumah kuat, bangsa akan berdiri kokoh,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengasuhan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Mari hadirkan kembali kehangatan dalam keluarga, kurangi jarak yang diciptakan oleh layar, dan perkuat komunikasi serta kasih sayang dalam rumah kita,” ucapnya.
Selain itu, Rustini mendorong para pemangku kebijakan untuk menghadirkan regulasi yang berpihak pada keluarga, melindungi anak, serta memperkuat peran perempuan dalam pengasuhan.
Sementara itu, Pembina DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur, Lilik Halim Iskandar, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas keluarga dan bangsa.
“Perempuan karier bukan hanya sukses dalam pekerjaan, tetapi juga sukses mendidik anak-anak dengan baik. Karena perempuan adalah tiang keluarga. Jika tiangnya kuat, maka keluarga akan kuat, dan bangsa juga akan kuat,” ujarnya.
Baca tanpa iklan