Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Mahasiswa Marah saat Sudaryono, Nusron, dan Budiman Dialog di UGM, PDIP: Wajar, Acaranya Propaganda

PDIP menilai mahasiswa UGM marah saat Budiman, Sudaryono, dan Nusron menjadi narasumber dalam satu acara. PDIP anggap acara itu propaganda.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mahasiswa Marah saat Sudaryono, Nusron, dan Budiman Dialog di UGM, PDIP: Wajar, Acaranya Propaganda
TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Guntur Romli saat diwawancarai oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (14/01/2025). Guntur Romli menanggapi sejumlah pertanyaan terkait kasus yang membelit Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang ditangani oleh KPK terkait dugaan suap. 
Memuat video…

Guntur juga menganggap forum tersebut menghina tradisi intelektualitas kampus lantaran hanya melibatkan narasumber homogen yakni menteri dan wakil menteri (wamen) kabinet Prabowo alih-alih turut dilibatkan pihak eksternal seperti akademisi atau praktisi.

Dia kembali menegaskan hal itu berujung seperti acara propaganda murahan.

"Kampus bukan panggung pencitraan para menteri. Kampus bukan panggung bagi acara buzzer politik pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, Guntur menganggap acara ini menjadi wujud pemerintah memandang rendah lembaga intelektual seperti kampus.

Dia menilai hal ini menjadi bentuk pemerintah tidak bisa mengemas sebuah acara berbobot ketika digelar di kampus.

"Mereka memandang rendah dosen dan mahasiswa sebagai narasumber. Tidak biasa bikin acara di kampus. Kampus itu lembaga intelektual yang independen, bukan kementerian dan birokrasi," jelasnya.

SEMA UGM Buka Suara

Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM pun memberikan pernyataan resmi atas peristiwa dalam forum tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

SEMA UGM mempertanyakan pejabat di bawah kepemimpinan Prabowo tidak layak untuk berbicara soal nilai Pancasila di tengah kondisi saat ini.

"Yogyakarta (15/6/2026), mahaiswa UGM, mengucapkan selama terhadap matinya nalar dan kemanusiaan dalam rezim SPPG (Satuan Penjilat Prabowoo Gibran)."

"Di tengah kekacauan negara sebagai akibat dari salah urus pemerintah, malam ini (kemarin), di GIK beberapa pejabat berbicara mengenai nilai Pancasila. Namun, Pancasila mana yang dimaksud," kata SEMA UGM dikutip dari akun Instagram resminya.

SEMA UGM menganggap pemerintah tidak layak berbicara nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ketika di saat yang bersamaan, terjadi pembungkaman, kriminalisasi, dan kritik dianggap gangguan.

Mereka menyatakan pejabat di era Prabowo hina karena berfoya-foya dengan menggunakan uang negara untuk program dan kunjungan luar negeri yang dianggapnya tidak bermanfaat.

"Seharusnya (uang negara) bisa mereka gunakan untuk pendidikan gratis, memperbaiki sekolah-sekolah, menambal defisit BPJS, dan mensubsidi BBM. Omong kosong bicara Pancasila ketika pemerintah sendirilah yang mengingkari nilai-nilai Pancasila itu sendiri," ujarnya.

SEMA UGM pun menganggap kabinet pimpinan Prabowo-Gibran tengah dalam 'sakit kronis' dan revolusi dinilai sebagai 'obatnya'.

Mereka juga mengecam pernyataan Nusron dan Sudaryono yang merasa tidak bersalah terkait perampasan tanah adat demi proyek food estate.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas