Peran Antioksidan Alami Mencegah Kanker Sejak Dini
Antioksidan alami bantu lawan radikal bebas dan turunkan risiko kanker. Mulai dari pola makan sehat dan gaya hidup seimbang sejak dini.
Editor:
Sri Juliati
(3) Gen supresor tumor rusak sehingga terjadi "rem blong" dalam memperbaiki DNA yang rusak.
(4) Sel yang seharusnya mati malah bertahan dan membelah terus, membentuk tumor.
Akhirnya (5) sel kanker bisa menyebar (sering disebut metastasis ke organ lain) melalui darah/limfe sehingga bentuk jaringan sel menjadi benjolan aneh. Dari lima hal tersebut, peran utama penyebanya adalah adanya stres oksidatif.
Stres oksidatif disebabkan karena tubuh kita terus-menerus memproduksi radikal bebas (misalnya reactive oxygen species/ROS) sehingga kemampuan enzim-enzim antioksidan dalam menjaga status antioksidannya sudah tidak berperan lagi artinya peran enzim Nuclear Factor Erythroid 2-Related Factor 2 (Nrf2) sudah melemah bahkan rusak.
ROS tingkat tinggi menyebabkan stres oksidatif, yang dapat merusak DNA dan protein, menginisiasi karsinogenesis (pembentukan kanker), dan memicu proliferasi sel kanker.
Dalam kondisi normal, tubuh memiliki sistem pertahanan antioksidan endogen (seperti SOD, CAT, GPx) untuk menjaga ROS tetap pada batas aman (homeostasis).
Enzim ini kemampuannya terbatas jika diserang terus menerus oleh radikal bebas. Radikal bebas yang hinggap ke tubuh kita terus meningkat per harinya ketika (1) sering makan makanan tinggi lemak jenuh dan gorengan, (2) merokok, (3) sering terpapar polusi/bahan kimia toksik, dan minim pencegahnya seperti konsumsi antioksidan misalnya jarang makan buah dan sayur.
Radikal bebas berlebih ini akan menyerang DNA, protein, dan lemak membran sel, dan berkontribusi pada mutasi serta proses pembentukan kanker. Di sinilah antioksidan berperan sebagai "penetralisir" radikal bebas.
Mengapa Angka Kanker di Indonesia Terus Meningkat?
Naiknya kasus kanker di Indonesia tidak terjadi begitu saja. Beberapa faktor utama:
1. Populasi menua dan jumlah penduduk besar: Semakin banyak orang berusia lanjut, semakin tinggi risiko kanker karena kerusakan DNA menumpuk seiring waktu.
2. Perubahan gaya hidup (urbanisasi dan pola makan modern). Konsumsi makanan junk food atau makanan siap saji yang di dalamnya terjadi ultra-proses, tinggi gula, garam, dan lemak jenuh merupakan pemicu kanker atau mucnculnya zat karsinogenik dalam tubuh.
Anak muda (milenial, gen Z, dan alfa) umumnya sulit makan buah, sayur, dan makanan berserat lainnya, sehingga penetral radikal bebas dalam tubuh menjadi minim.
Bahkan, aktivitas fisik yang menurun, banyak duduk (main gadget atau games) memberikan peran pada kasus obesitas meningkat.
Hal ini sesuai dengan yang dilaporkan World Cancer Research Fund yang menunjukkan pola makan tidak sehat dan obesitas berkaitan dengan peningkatan berbagai jenis kanker.
3. Merokok dan polusi udara. Hal yang lucu, jika ada seorang yang memiliki pengaruh mengatakan "tidak ada orang yang mati karena rokok".
Baca tanpa iklan