Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penghapusan Ujian Nasional

Soal Penghapusan UN, KPAI: Pertama Kalinya Pendidikan di Indonesia Mengedepankan Nalar

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendukung rencana Mendikbud Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional (UN) tahun 2021.

Soal Penghapusan UN, KPAI: Pertama Kalinya Pendidikan di Indonesia Mengedepankan Nalar
KOMPAS.com ERWIN HUTAPEA / Dok. Kemendikbud
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti dan Mendikbud Nadiem Makarim. 

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri.

Ujian Nasional (UN)

1. UN akan dilakukan terakhir pada tahun 2020.

2. UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan survei karakter.

3. UN akan dilakukan di pertengahan masa jenjang sekolah misalnya:

- Sekolah Dasar akan dilakukan penilaian pada kelas 4, bukan kelas 6.

- Sekolah Menengah Pertama akan dilakukan penilaian pada kelas 8, bukan kelas 9

- Sekolah Menengah ke Atas akan dilakukan penilaian di kelas 11, bukan 12.

Hal ini bertujuan untuk mendorong guru dan sekolah agar memperbaiki mutu pendidikan dalam pembelajaran siswa.

Adanya sistem ini maka tidak akan bisa digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dipersingkat

1. Guru bebas memilih membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP.

2. RPP berisi tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan asesmen kompetensi.

3. RPP akan dikerjakan hanya dalam 1 halaman saja

4. Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif.

Hal ini agar guru mempunyai waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Fleksibel

1. Kebijakan 'Merdeka Belajar' tetap menggunakan sistem zonasi.

2. Komposisi PPDB sbeagai berikut:

- Jalur Zonasi minimal 50 persen;
- Jalur Afirmasi minimal 15 persen;
- Jalur Perpindahan maksimal 5 persen;
- Jalur Prestasi (sisa 0-30 persen) disesuaikan kondisi daerah. (*)

(Tribunnews.com/Nidaul 'Urwatul Wutsqa, Kompas.com/Deti Mega Purnamasari/Fitria Chusna Farisa)

Penulis: Nidaul 'Urwatul Wutsqa
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas