Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

STIKI Indonesia Menangkan Hibah Bantuan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

kegiatan yang dapat dilakukan di dalam program studi dan di luar program studi dalam Kampus Merdeka meliputi 8 bentuk

STIKI Indonesia Menangkan Hibah Bantuan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka
HandOut/Istimewa
STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) dinyatakan lolos sebagai penerima Bantuan Kerjasama Kurikulum dan Implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) 

Untuk kegiatan Magang/Praktik Kerja Kampus IT terpopuler di Bali ini sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah stakeholder, seperti Pegadaian, perusahaan GMedia, Ibinet dan Biznet. Nantinya mahasiswa bisa melakukan magang/praktik kerja di seluruh tempat tersebut.

"Untuk kegiatan pertukaran mahasiswa kami telah melakukan MoU dengan Institut Asia Malang. Mahasiswa STIKI nantinya bisa belajar di sana," jelas Aniek.

Baca juga: Luncurkan KIP Kuliah Merdeka, Kemendikbud Dorong Akses Pendidikan Tinggi Semakin Merata

Untuk kegiatan wirausaha STIKI Indonesia memiliki Inkubator Bisnis (Inbis) yang dapat memfasilitasi mahasiswa untuk berwirausaha.

Inbis STIKI Indonesia memiliki visi mampu menghasilkan entrepreneur yang tangguh, mandiri, penuh determinasi demi tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Aniek, pihaknya akan mendorong mahasiswa untuk lebih aktif masuk ke Inbis dengan harapan mendapatkan hibah untuk usaha yang mahasiswa jalankan.

"Mahasiswa nanti digenjot untuk berwirausaha, kita kerjasama dengan Inbis. Sekalian nanti kita atur untuk memenuhi SKS-nya," ujar Aniek.

Aniek menambahkan setelah 3 prioritas kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik.

Nantinya kemungkinan besar STIKI Indonesia mampu memenuhi lima bentuk kegiatan bepembelajaran lain sehingga menjadi lengkap dapat memenuhi 8 bentuk kegiatan.

Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menyebutkan, perguruan Tinggi wajib memfasilitasi hak bagi mahasiswa (dapat diambil atau tidak) untuk:

a) Dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS.

b) Dapat mengambil SKS di program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1 semester atau setara dengan 20 SKS.

Oleh karena itu, perlu ditekankan mahasiswa tidak diwajibkan mengikuti program ini.

Namun, seluruh Perguruan Tinggi yang sudah berstatus Kampus Merdeka wajib memfasilitasi mahasiswa apabila ingin mengikutinya.

Ikuti kami di
Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas