Tribun

ITB Bakal Punya Lembaga Penelitian Farmasi Mutakhir

Keduanya menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk mendirikan lembaga penelitian farmasi yang mutakhir dalam upaya meningkatkan penelitian

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in ITB Bakal Punya Lembaga Penelitian Farmasi Mutakhir
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Reini Wirahadikusumah seusai dilantik sebagai Rektor ITB periode 2020-2025 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Daewoong Foundation (DF) bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendirikan ‘DDS (Drug Delivery System) Research Institute ITB-DF’).

Keduanya menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk mendirikan lembaga penelitian farmasi yang mutakhir dalam upaya meningkatkan penelitian farmasi dan menumbuhkan bakat penelitian di Indonesia pada 26 September lalu.

Diketahui, DDS atau Drug Delivery System merupakan, metode pemberian obat secara efisien ke area yang ditargetkan, seperti mengendalikan laju pelepasan obat. Teknologi yang meminimalkan efek samping obat dan memaksimalkan khasiat dan efektivitas.

Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah PhD dalam keterangannya, melalui DDS Research Institute yang didirikan bersama dengan Daewoong Foundation, diharapkan para peneliti pascasarjana yang berbakat akan merasakan dan mempelajari sistem penelitian farmasi canggih Korea secara langsung.

Baca juga: IA-ITB Kenalkan Platform Metaverse Danau Toba di Women 20 Summit

"Kami menantikan hasil penelitian yang luar biasa dari fasilitas berteknologi tinggi yang dapat membawa industri biofarmasi Indonesia ke tingkat selanjutnya," ujar dia dikutip, Kamis (6/10/2022).

Daewoong Foundation akan mendukung pendirian DDS Research Institute di lantai pertama gedung Sekolah Farmasi ITB, di mana ITB akan melakukan berbagai proyek penelitian farmasi melalui kerjasama terbuka.

DDS Research Institute direncanakan akan selesai pada tahun 2023 setelah pekerjaan renovasi dan konstruksi peralatan.

Disampaikan bahwa banyak peneliti biofarmasi di Indonesia sering melakukan penelitian bersama di luar negeri dan menemui kesulitan di Indonesia untuk melanjutkan penelitian yang dilakukan di luar negeri karena masalah infrastruktur, seperti kurangnya fasilitas dan peralatan penelitian farmasi dalam negeri.

Dengan mendukung pendirian DDS Research Institute, Daewoong Foundation berencana untuk secara aktif mendukung para peneliti di bidang biofarmasi untuk melanjutkan dan mengembangkan penelitian mereka di Indonesia.

Untuk itu, akan membentuk lingkungan lembaga penelitian terbaru, serta membangun peralatan produksi dan analisis obat yang canggih.

Sebelum ITB, Daewoong Foundation juga mendukung pendirian Bioanalytical Laboratory UI-DF pada Agustus tahun ini, untuk pertama kalinya di Indonesia.

Sejak 2018, terus berkontribusi dalam pengembangan pengembangan penelitian biofarmasi dan pembinaan bakat penelitian, dengan membantu pendirian dan pengoperasian laboratorium biofarmasi di UI.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas