Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengantre BBM Meninggal di SPBU

Sujidin (55), pengantre BBM di SPBU Wates yang meninggal dunia,diduga karena serangan penyakit jantungnya kambuh

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pengantre BBM Meninggal di SPBU
IST

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI -  Sujidin (55), pengantre BBM di SPBU Wates yang meninggal dunia, Sabtu (30/8/2014), diduga karena serangan penyakit jantungnya kambuh. Korban selama ini memiliki riwayat sakit jantung dan selalu mengonsumsi obat jenis puyer.

Kapolsek Wates AKP Edi Subandrio saat dikonfirmasi Surya Online menjelaskan, korban selama ini mempunyai riwayat sakit jantung dan sesak nafas. Malahan untuk mengobati penyakitnya setiap hari korban mengonsumsi obat puyer.

"Hasil visum petugas medis menyimpulkan korban meninggal karena sakit jantung," ungkap AKP Edi Subandrio kepada Surya Online, Sabtu (30/8/2014).

Dijelaskan, begitu korban mengeluh sakit sempat beristirahat di tempat teduh yang ada di SPBU Wates. Namun penyakitnya semakin parah kemudian petugas dan warga membawa korban ke Puskesmas. Korban meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas.

Setelah divisum luar tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, keluarga Sujidin memakamkan alamarhum di Pemakaman Umum Desa Tunge yang lokasinya tak jauh dari rumah korban.

Isak tangis dari kerabat dan rekan almarhum mengiringi pemakaman Sujidin. Kematian korban juga menjadi buah bibir masyarakat di sekitar tempat tinggal korban.

Sujidin merupakan korban jiwa pertama kasus kelangkaan BBM yang terjadi di Kediri. Sebelumnya sudah ada kasus pengantre BBM yang pingsan karena kepanasan saat menunggu jerigennya diisi petugas.

Rekomendasi Untuk Anda

Diberitakan sebelumnya Sujidin mendadak meninggal saat antre BBM jenis premiun di SPBU Wates. Korban sempat mengeluh pusing-pusing dan sesak nafas yang tersengal-sengal, dalam perjalanan ke Puskesman korban meninggal

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas