Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Murid SD Ini Trauma ke Sekolah Usai Dihukum Gurunya dengan Coretan di Wajah

Kepala Disdikbud Muba Drs Yusuf Amilin, mengatakan, dia mengetahui kalau PDP tidak masuk sekolah usai kejadian dialaminya, permasalah ini sudah usai.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Murid SD Ini Trauma ke Sekolah Usai Dihukum Gurunya dengan Coretan di Wajah
NET
Ilustrasi murid SD 

TRIBUNNEWS.COM, SEKAYU - Sungguh malang nasib Siswi SD Negeri 11 Sekayu, PDP (9) yang mendapatkan tindakan kekerasan dari gurunya berinisial MA. 

PDP terancam berhenti dan tidak ingin melanjutkan sekolah lagi, karena hingga sekarang PDP mengalami trauma dan takut masuk sekolah, setelah kejadian tersebut.

Meskipun dibujuk dan dirayu agar kembali bersekolah Ia tetap menolak takut bertemu MA. "Ya, anak saya pasca kejadian itu, tidak masuk sekolah karena takut, apabila guru MA masih ngajar di sekolah tersebut, saya sudah bujuk tapi tetap saja tidak mau," ucap Asep Kharisma, ayah dari PDP, Selasa (2/9/2014).

Diceritakan Asep, sebenarnya putrinya sendiri masih berkeinginan mengenyam pendidikan di SD 11 Sekayu, provinsi Sumatera Selatan, apabila guru itu tidak lagi mengajar disana. Oleh karena itu, diharapkan dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) dapat memberikan solusi bagi dirinya dan PDP yang masih kecil.

"Masalah ini sudah diproses dan kepala dinasnya telah berjanji kepada saya, akan memberikan sanksi tegas dengan dipindahkannya guru tersebut, tapi sampai saat ini belum ada aksi nyata sanksi seperti apa yang diberikan kepada MA,"katanya.

Sementara Kepala SD Negeri 11 Sekayu, Erna Ningsi S.Pd, membenarkan, sudah lima hari, PDP tidak masuk, menurut keterangan dari orang tua PDP tidak masuk dikarenakan masih trauma atas kejadian yang dialaminya. "Kejadiannya hari Rabu lalu, hingga saat ini PDP tidak sekolah, apabila ini dibiarkan takutnya PDP akan ketinggalan dalam belajarnya,"imbuhnya.

Terpisah Kepala Disdikbud Muba Drs Yusuf Amilin, mengatakan, dirinya mengetahui kalau PDP tidak masuk sekolah usai kejadian dialaminya, namun permasalah ini sudah diproses.

BERITA TERKAIT

"Sanksi bagi guru MA, kita pindahkan. Namun sekarang ini masih proses, sebab pemindahan itu harus melalui mekanisme dengan Surat Keputusan (SK) Bupati langsung, mengingat saat ini bupati lagi dinas luar jadi menunggu beliau menandatangani SK," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, MA dengan tega mencambak dan mencoret muka siswi kelas V bernama PDP hingga menyebabkan luka beret di sebelah kiri, bahkan sebelumnya PDP sempat dipukul menggunakan buku. Kelakukan MA diceritakan PDP memang sudah kerap kali terjadi, bahkan bukan hanya dirinya tetapi teman sekelasnya yang lain pun seringkali mendapat perlakukan kekerasan yang sama.

"Teman-teman kelas juga sering kena marah, kalau sering dipukul pakai buku," katanya polos.

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas