Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Berlebihan Menangani Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar

Fadel menilai polisi berlebihan dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Polisi Berlebihan Menangani Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar
Tribunnews/Dany Permana
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Fadel Muhammad 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bekas Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad, menyayangkan aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kampus Universitas Negeri Makassar yang berakhir ricuh.

Fadel menilai polisi berlebihan dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa itu.

"Saya mengikuti (pemberitaan) demo BBM. Penanganan keamanan polisi berlebihan," ujar Fadel di DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (15/11/2014).

Fadel bercerita saat menjabat Gubernur Gorontalo, dia meminta langsung kepada Kapolda agar penanganan aksi unjuk rasa ditangani dengan cara yang baik.

"Kasihan mahasiswa karena mahasiswa ini ingin tampil menyampaikan pesan. Kita nggak bisa hindari keinginan mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan demo. Kita yang harus mengayomi mereka untuk tidak anarkis," tukas Fadel.

Sebelumnya, aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi di Makassar berujung rusuh, Kamis (13/11/2014) sore. Polisi masuk ke kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).

Sejumlah mahasiswa yang diduga ikut aksi parlemen jalanan menolak rencana pemerintah mencabut subsidi BBM, ditangkap. Lima jurnalis yang meliput aksi penyerangan polisi justru menjadi korban kekerasan. Polisi melarang pengambilan gambar dan coba merebut kamera jurnalis.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum aksi penyerangan, Wakapolrestabes Makassar AKBP Totok Lisdiarto, dilaporkan terkena panah dan empat wartawan terluka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas