Tukang Sate Jadi Korban Peluru Nyasar
Ketika Rahmad sedang memotong daging sate, mendadak terdengar suara letusan senjata. Tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit, terkena proyektil peluru.
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Seorang pedagang Sate Padang, Rahmad Nainggolan (41), warga Jalan Sutrisno, Gang Mangga, Lingkungan XXXIII, Kelurahan Kota Matsum 1, Medan Area menjadi korban peluru nyasar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Medan (Tribunnews.com Network) di tempat kejadian, Senin (27/4/2015) malam, ketika Rahmad sedang memotong daging sate, mendadak terdengar suara letusan senjata.
Tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit, terkena proyektil peluru yang entah datang dari mana asalnya.
Selain itu, kepalanya sudah terluka lantaran bersimbah darah. Oleh sebab itu, Farida (istri korban) langsung berteriak meminta tolong kepada masyarakat. Tak hanya itu, sebelum korban dibawa ke UGD RSU Methodist, Jalan Thamrin Medan, warga menemukan proyektil peluru di ruang tamu rumah korban.
Farida mengatakan, ketika peristiwa tersebut berlangsung, dia sedang berada di dapur bersama kedua putrinya. Oleh sebab itu, ketika mengetahui suaminya bersimbah darah dia langsung menjerit histeris.
"Sebenarnya aku enggak dengar suara keras itu. Tapi suami tiba-tiba berteriak memanggil nama ku. Kemudian aku lihat kepalanya sudah berdarah-darah. Aku langsung ke luar minta tolong sama masyarakat sekitar," katanya di kediamannya, Jumat (1/5/2015).
Dia menjelaskan, melihat suaminya dalam kondisi terluka langsung meminta bantuan warga untuk membawa suaminya ke RSU Methodist guna mendapatkan pertolongan medis.
"Waktu polisi datang suami ku sudah di rumah sakit. Setelah mendapatkan perawatan medis, saya langsung bawa pulang suami. Karena hasil pemeriksaan dokter luka yang dialaminya tidak mengenai tulang tengkorak," ujarnya.
Kepala Lingkungan XXXIII, Ali Andri yang mendapat informasi langsung mendatangi rumah korban dan menghubungi Polsek Medan Area.
Warga bersama kepala lingkungan lalu membawa korban ke Rumah Sakit Methodist untuk mendapatkan pertolongan.
"Saya langsung ke lokasi saat kejadian dan bersama masyarakat melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Dan malam itu, petugas langsung datang ke lokasi," ungkapnya. (tio/tribun-medan.com)