Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tulang Belulang Manusia Ditemukan di Areal Kebun Sawit

Sesosok mayat laki-laki yang tinggal tulang belulang ditemukan warga di areal plasma kebun sawit Desa Muara Burnai 1 Kecamatan Lempuing Jaya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Tulang Belulang Manusia Ditemukan di Areal Kebun Sawit
Sriwijaya Post/Sugih Mulyono
Tulang belulang manusia yang ditemukan warga di areal plasma kebun sawit Desa Muara Burnai 1 Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (27/11/2015) sekitar pukul 17.00 saat dibawa ke Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang, Sabtu (28/11/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Sesosok mayat laki-laki yang tinggal tulang belulang ditemukan warga di areal plasma kebun sawit Desa Muara Burnai 1 Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (27/11/2015) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Lempuing Jaya, Bripka Imam saat dikonfirmasi mengatakan, mendapat informasi tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi penemuan untuk melakukan pemeriksaan hingga mengevakuasinya dengan membawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

"Saat pertama kali ditemukan, mayat tersebut sudah dalam keadaan berserakan. Selain itu, di sekitar lokasi penemuan juga ditemukan sepasang pakaian berupa levis berwarna kecoklatan serta kaos berkerah motif garis-garis coklat, putih dan hitam," jelasnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar penemuan, dikatakan Imam, korban bukan merupakan warga di sana. Pasalnya, tak ada satu warga di sana yang kehilangan sanak saudaranya.

Sekitar satu bulan lalu, ada warga dari Karang Anyar Kampung 1 Semenedawai OKU Timur yang melaporkan keluarganya atas nama Dasino hilang.

"Berdasarkan ciri-ciri pakaian yang ada, menurut keluarga yang melapor mayat tersebut adalah Dasino tapi untuk pastinya masih akan kita lakukan autopsi," terangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga korban merupakan korban tindak pidana.

"Diduga korban merupakan korban tindak pidana tapi apakah perampokan, penganiayaan atau lainnya belum tahu dan masih diselidiki," ungkapnya.

Sementara itu, menurut keterangan Dokter Indra Nasution selaku dokter forensik mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan dugaan kuat korban meninggal karena dibunuh.

"Jadi di bagian tulang dada kanan dan kiri ada bekas memar. Kalau untuk mutilasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda tersebut, karena meninggalnya sudah lumayan lama sehingga tulangnya dibawa binatang dan terpisah. Diperkirakan jasad sudah meninggal kurang lebih satu bulan," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas