Tolak Reklamasi, I Gusti Ngurah Sudiarsa: Kami Sudah Menoleransi Investor Selama 30 Tahun Lebih
Dia mengaku, bahwa reklamasi adalah sama halnya dengan mengesampingkan konsep Hindu Bali, yang menjunjung Tri Hita Karana.
Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Wahid Nurdin
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga
TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Ribuan warga Desa Adat Legian bergerak turun ke jalan Legian, Badung Bali untuk menolak reklamasi.
Dalam hal ini, Bendesa Adat Legian, I Gusti Ngurah Sudiarsa mengatakan bahwa aksi ini merupakan lanjutan keputusan Paruman dari Desa Adat Legian dan diputuskan dengan jelas menolak Reklamasi Teluk Benoa.
"Dan kami meminta dan mendesak pencabutan Perpres 51 Tahun 2014," ucapnya, Minggu (13/3/2016).
Menurut dia, hal ini dilakukan adalah bagian dari Legian peduli. Supaya dan untuk mewariskan keluhuran alam Bali kepada anak cucu kelak.
Dia mengaku, bahwa reklamasi adalah sama halnya dengan mengesampingkan konsep Hindu Bali, yang menjunjung Tri Hita Karana.
"Kami sudah menoleransi terhadap investor selama 30 lebih. Dan kali ini kami tidak mau lagi berkompromi pada investor," tegasnya.
Dia menjelaskan, alasan diadakannya demo di depan Pura Agung Legian, adalah sebagai wujud permintaan restu gerakan untuk menjaga alam Bali.
Apalagi, Pura Agung Legian adalah Pura yang diyakini tempat bersemayamnya penguasa Legian, Kuta, Bali.
"Kami ada 3 Banjar, dan semua sudah menolak reklamasi," pungkasnya. (*)