Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dosen UGM Ini Teliti Masa Depan Bumi di Antartika

Nugroho Imam Setiawan ST MT PhD, terpilih menjadi satu-satunya delegasi dari Asia Tenggara yang terlibat dalam penelitian masa depan bumi di AntartikA

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Dosen UGM Ini Teliti Masa Depan Bumi di Antartika
Dok Pri
Perjalanan menuruni gunung saat melakukan latihan Winter Camp Training pada 7-11 Maret 2016 lalu di Jepang, yang dipimpin oleh Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Dr Nugroho Imam Setiawan, disusul di belakangnya adalah Prof Yoichi Motoyoshi, Prof Sotaru Baba, Ippei Kitano MSc, Dr Atsushi Kamei, Dr Tomokazu Hokada. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Nugroho Imam Setiawan ST MT PhD, terpilih menjadi satu-satunya delegasi dari Asia Tenggara yang terlibat dalam penelitian masa depan bumi di Antartika.

"Banyak peneliti yang berasal dari Asia mendaftar ekspedisi ini, mulai dari Malaysia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Laos, dan lainnya, tetapi yang terpilih hanya dari 3 negara yaitu Indonesia, Srilanka, dan Mongolia," jelasnya, Kamis(16/3/2016).

Kegiatan yang rencananya akan digelar pada Januari hingga Februari 2017 mendatang tersebut, diadakan oleh Japan Antartic Research Expedition (JARE).

Walaupun waktu pelaksanaan penelitian tersebut masih lama, namun tim ekspedisi yang bernama tim JARE Summer dan Winter Party telah melakukan latihan Winter Camp Training pada 7-11 Maret 2016 lalu di Jepang.

Lebih lanjut Nugroho menjelaskan saat pelatihan kemarin, ia bersama anggota tim observer tak hanya mendapatkan penjelasan terkait kegiatan ekspedisi JARE, namun juga diberikan materi tentang cara bertahan hidup.

Selain itu, mereka juga diajak praktik dan melakukan upaya menemukan rute apabila sampai tersesat dalam ekspedisi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami tim observer juga mendapatkan pelatihan berjalan di salju dengan climbing iron, evakuasi jurang, pelatihan tidur di bivax dan lainnya,” terangnya.

Nugroho merasa bangga dan bersyukur ia bisa masuk dalam ekspedisi Antartika ini dan mangeharumkan nama UGM dan Indonesia.

Kendati begitu, terselip perasaan cemas akan keadaan suhu ekstrim yang akan dihadapinya di Antartika.

"Ada rasa nervous karena hanya saya yang berasal dari negara khatulistiwa dengan suhu stabil tanpa pernah hidup lama pada kondisi minus 10 derajat celcius, apalagi dengan camping," ungkap lulusan S3 Kyushu University, Jepang ini.

Dengan mengikuti ekspedisi riset di Antartika ini nantinya Nugroho berharap bisa memperoleh data-data yang bagus untuk publikasi paper dalam mengungkap evolusi dari batuan metamorf.

Selain itu juga dapat mendorong generasi selanjutnya untuk melakukan penelitian serupa dari ilmu-ilmu dasar. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas