Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penggunakan Pukat Trawl Memancing Pembakaran Kapal Nelayan di Sumut

"Jika kami bertemu mereka di laut, misalnya mereka sendirian, maka mereka yang habis. Begitu juga sebaliknya," ujar seorang nelayan tradisional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Penggunakan Pukat Trawl Memancing Pembakaran Kapal Nelayan di Sumut
Tribun Medan/Array A Argus
Para nelayan membawa drum dan menabuhnya untuk memanggil Gubernur Sumatera Utara, T Erry Nuradi, Kamis (14/4/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kordinator Serikat Nelayan Asahan, Abdul Latif Sitorus, mengatakan selama pengusaha kapal menggunakan trawl, maka konflik antarnelayan terus terjadi.

Pria yang akrab disapa Sangkot ini menambahkan, seminggu belakangan ini antara nelayan tradisional dengan nelayan yang menggunakan pukat trawl kerap terlibat adu fisik.

"Pukat trawl ini memancing konflik berkepanjangan, seperti yang selama ini terjadi. Jika kami bertemu mereka di laut, misalnya mereka sendirian, maka mereka yang habis. Begitu juga sebaliknya," kata Sangkot di sela orasi di depan kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Kamis (14/4/2016).

Ia menjelaskan penggunaan pukat trawl juga memancing pembakaran-pembakaran kapal. Bahkan, antar nelayan saling serang satu sama lain.

"Inilah kenapa kami harus turun ke jalan menyuarakan aspirasi kami. Kalau pukat trawl ini terus digunakan untuk mencari ikan, eko sistem laut akan hancur. Ikan akan punah karena tak adalagi terumbu karang yang selamat akibat pukat trawl ini," ujar dia

Ia menuntut pengawasan di laut semakin ditingkatkan. Petugas juga jangan menerima suap dari cukong-cokung nakal yang menggunakan pukat trawl.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sampai kapan pun akan tetap kami perjuangkan ini. Ini demi masa depan anak-anak kami dan keberlangsungan hidup nelayan," kata dia.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas