Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Desak Pemerintah Copot Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu

Pemerintah didesak mencopot Bupati Tapsel Syarul Pasaribu karena menyerobot, merusak dan membongkar makam leluhur warga Desa Janji Mauli.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Warga Desak Pemerintah Copot Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu
TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS
Warga Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara bersama Pospera Sumut menggelar aksi di depan kantor DPRD Sumut. Mereka meminta keadilan atas penyerobotan lahan di tempat tinggalnya Rabu (2/6/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pemerintah didesak mencopot Bupati Tapsel Syarul Pasaribu karena menyerobot, merusak dan membongkar makam leluhur warga Desa Janji Mauli.

Desakan itu disampaikan ratusan kader Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat bersama puluhan warga Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Perbuatan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu jelas telah mengangkangi hak masyarakat adat. Kami mendesak pemerintah mencopot Syahrul Pasaribu dari jabatannya sebagai bupati," teriak kordinator aksi, Saddam Husain, Rabu (2/6/2016).

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan semena-mena mengerahkan sejumlah alat berat, akibatnya ada rumah warga rusak.

"Warga benar-benar terintimidasi. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menggunakan kekuatan TNI dan Polri," imbuh Saddam.

Pengunjuk rasa meminta anggota DPRD Sumut turun ke Desa Janji Mauli dan melihat langsung tindakan Pemkab Tapanuli Selatan terhadap tanah warga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak masyarakat yang ketakutan akibat penyerobotan lahan ini. Mereka merasa tertekan dengan kehadiran TNI dan polri yang seharusnya melindungi masyarakat," Saddam mengklaim.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas